• KEISLAMAN

Jika Hari Ini Giliranmu, Apa Bekal yang Disiapkan?

Yahya Sukamdani | Selasa, 28/07/2026
Jika Hari Ini Giliranmu, Apa Bekal yang Disiapkan? Ilustrasi foto mengingat kematian

Terasmuslim.com - Kematian adalah takdir mutlak yang pasti akan menjemput setiap insan tanpa memandang usia maupun status sosial.

Allah SWT mengingatkan hakikat ini secara tegas melalui firman-Nya dalam Surah Ali `Imran ayat 185 bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan mati.

Ketika ajal telah tiba, tidak ada satu pun manusia yang mampu menunda atau memajukannya walau hanya sesaat.

Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk senantiasa mengingat pemutus kenikmatan duniawi ini sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah rumah abadi yang membutuhkan bekal amal saleh.

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 memerintahkan setiap diri untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.

Banyak manusia menyesal di akhir hayat karena belum maksimal mengumpulkan bekal ibadah dan kebaikan.

Penyesalan tersebut diabadikan dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10, saat manusia memohon ditangguhkan ajalnya agar bisa bersedekah.

Orang yang paling cerdas menurut Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Ibn Majah adalah mereka yang paling banyak mengingat mati dan bersiap menghadapinya.

Bekal terbaik yang harus kita bawa bukanlah harta bendawi atau kemewahan dunia, melainkan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

Segala materi yang kita kumpulkan di dunia akan ditinggalkan, sementara hanya amalan yang setia menyertai kita ke liang lahat.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadist riwayat Muslim bahwa hanya tiga hal yang terus mengalir pahalanya setelah meninggal: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh.

Memperbaiki kualitas shalat, memperbanyak istighfar, dan menunaikan hak-hak sesama manusia adalah langkah nyata mempersiapkan diri.

Menyadari bahwa giliran kita bisa datang hari ini hendaknya memacu semangat untuk terus bertobat sebelum pintu ampunan tertutup.

Mari manfaatkan sisa umur yang ada dengan memperbanyak bekal terbaik agar kita siap saat panggilan ilahi itu tiba.