• KEISLAMAN

Sudahkah Kita Menyediakan Waktu Khusus untuk Menuntut Ilmu Agama?

Yahya Sukamdani | Kamis, 23/07/2026
Sudahkah Kita Menyediakan Waktu Khusus untuk Menuntut Ilmu Agama? Ilustrasi majelis ilmu

Terasmuslim.com - Manusia kerap kali rela mengorbankan waktu, tenaga, serta pikiran demi mengejar kesuksesan urusan duniawi semata.

Namun, di tengah hiruk-pikuk mengejar karier dan materi, sering kali kita lupa mengalokasikan waktu untuk mempelajari ilmu agama.

Padahal, ilmu agama merupakan kompas utama yang menuntun hidup seorang Muslim agar tidak tersesat dalam gelombang fitnah dunia.

Allah SWT telah memberikan teguran tegas dalam Surah At-Taubah ayat 122 agar tidak semua orang pergi ke medan perang, melainkan ada sebagian yang memperdalam agama.

Ayat tersebut menegaskan betapa krusialnya memiliki pemahaman agama yang mendalam sebagai benteng keimanan dan alat edukasi bagi sesama.

Rasulullah SAW juga secara tegas menetapkan bahwa menuntut ilmu agama bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap individu.

Dalam hadis riwayat Ibn Majah, Beliau bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim."

Menuntut ilmu agama menjadi modal utama agar ibadah ritual yang kita lakukan sehari-hari sah dan sesuai dengan petunjuk Syariat.

Allah SWT mempermudah jalan menuju surga bagi siapa saja yang berniat dan melangkahkan kakinya untuk mempelajari agama.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim, "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."

Sangat ironis apabila seseorang ahli dalam berbagai urusan dunia, namun buta terhadap tata cara bersuci dan salat yang benar.

Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kehidupan kekal yang membutuhkan bekal ilmu yang cermat.

Manajemen waktu yang bijak adalah mampu menyisihkan waktu berkualitas untuk menghadiri majelis ilmu atau membaca literatur Islam secara rutin.

Niatkan setiap detik yang kita luangkan untuk menuntut ilmu sebagai sarana mendekatkan diri dan meraih rida Sang Maha Pencipta.

Mari kita evaluasi kembali prioritas harian kita agar kesibukan dunia tidak mengikis bekal keselamatan kita di akhirat kelak.