• KEISLAMAN

Tatkala Riuh Dunia Melelahkan, Sudahkah Bekal Pulang Cukup?

Yahya Sukamdani | Senin, 22/06/2026
Tatkala Riuh Dunia Melelahkan, Sudahkah Bekal Pulang Cukup? Ilustrasi foto kehidupan dunia

Terasmuslim.com - Fase ketika keramaian dunia terasa hampa acap kali menjadi titik balik spiritual bagi setiap manusia.

Hati yang lelah menghirup hiruk-pikuk fana mulai berbisik dan mempertanyakan esensi eksistensi diri sendiri.

Kesadaran ini adalah karunia besar, sebuah alarm bagi jiwa bahwa kita tidak akan selamanya menetap di sini.

Allah SWT telah mengingatkan dalam Surah Ali `Imran ayat 185 bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu." (QS. Ali `Imran: 185)

Dunia yang dikejar siang dan malam ini sejatinya hanyalah tempat persinggahan yang menipu dan sementara.

Rasulullah SAW bersabda agar kita hidup di dunia layaknya seorang pengembara yang sedang melintas.

"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan muhibir (orang asing) atau seorang pengembara." (HR. Bukhari)

Ketika riuh dunia mulai meredup dalam pandangan, pertanyaan tentang bekal pulang menjadi sangat mendesak.

Bekal terbaik yang harus dikumpulkan bukanlah tumpukan harta benda, melainkan ketakwaan yang tulus.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 bahwa sebaik-baiknya bekal adalah takwa.

"Berbekalah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah: 197)

Sudah cukupkah shalat kita, ikhlaskah sedekah kita, dan bersihkah hati kita dari penyakit duniawi?

Menangisi dosa masa lalu dan memperbaiki hari ini adalah langkah awal merajut kembali bekal yang robek.

Jangan sampai kita menjadi golongan yang menyesal saat maut menjemput karena hampa tanpa persiapan.

Mari manfaatkan sisa usia yang misterius ini untuk memperbanyak amal saleh sebelum pintu pulang terkunci.

Semoga lelahnya kita terhadap dunia menjadi lillah, mengubah arah langkah menuju ridha-Nya yang abadi.