• KEISLAMAN

Menjaga Ukhuwah Di Tengah Badai Perbedaan Pendapat

Yahya Sukamdani | Selasa, 02/06/2026
Menjaga Ukhuwah Di Tengah Badai Perbedaan Pendapat Ilustrasi foto diskusi

Terasmuslim.com - Perbedaan pendapat adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia yang tidak mungkin bisa kita hindari sama sekali.

Di era keterbukaan informasi saat ini, perbedaan pandangan sering kali menajam hingga berpotensi merusak sendi-sendi persaudaraan kita.

Bagi seorang Muslim, menyikapi perbedaan dengan kepala dingin dan hati yang lapang merupakan cerminan dari kematangan iman.

Islam telah memberikan panduan yang sangat jelas agar perbedaan ijtihad tidak berujung pada perpecahan yang saling menghancurkan.

Allah SWT mengingatkan kita untuk selalu menjaga keharmonisan hubungan antarsesama melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damai-kanlah antara kedua saudaramu."

Ayat suci tersebut menegaskan bahwa ikatan iman jauh lebih tinggi dan suci daripada sekadar ego kelompok atau perbedaan mazhab politik.

Ketika terjadi gesekan argumen, kita dilarang keras untuk saling mencaci, merendahkan, ataupun memberikan label buruk kepada pihak lain.

Larangan mengenai perilaku tercela ini tertulis jelas dalam Surah Al-Hujurat ayat 11, "Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok-olok lebih baik dari mereka."

Rasulullah SAW dan para sahabat terdahulu telah memberikan teladan terbaik bagaimana mengelola perbedaan dengan penuh adab dan rasa hormat.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW secara tegas melarang sifat-sifat yang dapat meretakkan ukhuwah islamiyah, "Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."

Diskusi yang sehat harusnya dibangun di atas landasan mencari kebenaran bersama, bukan demi memenangkan debat atau menjatuhkan lawan bicara.

Sikap mengalah demi menjaga perasaan saudara seiman dan menghindari perdebatan yang kusir sangat dipuji dalam ajaran syariat Islam.

Rasulullah SAW memberikan jaminan kebaikan bagi mereka yang mampu menahan diri, sebagaimana sabda beliau dalam hadis riwayat Abu Dawud, "Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berada di pihak yang benar."

Oleh karena itu, mari kita jadikan perbedaan sebagai rahmat yang memperkaya khazanah berpikir, bukan sebagai bahan bakar konflik sosial.

Dengan menjaga ukhuwah di atas segala perbedaan, kita sedang merawat kekuatan umat sekaligus mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan di bumi pertiwi.