• KEISLAMAN

Kedudukan Tetangga Dalam Islam Yang Sering Dilupakan

Yahya Sukamdani | Senin, 01/06/2026
Kedudukan Tetangga Dalam Islam Yang Sering Dilupakan Ilustrasi foto bertetangga beda kondisi

Terasmuslim.com - Dalam konstelasi sosial masyarakat modern, kedudukan tetangga sering kali bergeser menjadi sekadar batas geografis tempat tinggal.

Padahal, Islam menempatkan tetangga pada posisi yang sangat mulia dan sakral dalam tatanan syariatnya.

Banyak di antara kita yang melupakan bahwa hubungan baik dengan tetangga berkolerasi langsung dengan tingkat keimanan.

Allah SWT secara tegas memerintahkan umat-Nya untuk menunaikan hak-hak tetangga melalui ayat-ayat suci Al-Qur`an.

Sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 36, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga dekat maupun jauh.

"...dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh..." (QS. An-Nisa: 36).

Perintah yang disandingkan setelah kewajiban berbakti kepada orang tua ini menunjukkan betapa krusialnya posisi tetangga.

Rasulullah SAW juga berulang kali menerima wasiat dari Malaikat Jibril mengenai pentingnya menjaga perasaan orang sebelah rumah.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, beliau bersabda bahwa Jibril terus menerus memberikan wasiat kepadanya untuk berbuat baik kepada tetangga.

Saking seringnya wasiat itu disampaikan, Rasulullah SAW sempat mengira bahwa tetangga akan mendapatkan bagian harta warisan.

Sayangnya, realitas hari ini menunjukkan banyak muslim yang acuh tak acuh bahkan tidak mengenali siapa tetangga mereka.

Rasulullah SAW memberikan sindiran keras bagi seorang muslim yang kenyang sementara tetangga di sebelahnya kelaparan.

Berdasarkan hadits shahih, tidak dianggap beriman seseorang yang membiarkan tetangganya menderita kelaparan di samping rumahnya.

Memuliakan tetangga bukan sekadar tidak menyakiti, melainkan juga aktif berbagi kebahagiaan dan meringankan beban mereka.

Menjaga harmoni dengan lingkungan terdekat adalah kunci utama untuk membuka pintu berkah dan ketenteraman hidup di dunia.

Semoga kita tidak lagi melupakan kedudukan mulia ini dan mulai berbenah diri untuk menjadi tetangga yang membawa kedamaian.