• KEISLAMAN

Menyingkap Hikmah Mulia di Balik Larangan Mengadu Domba Hewan

Yahya Sukamdani | Rabu, 27/05/2026
Menyingkap Hikmah Mulia di Balik Larangan Mengadu Domba Hewan Ilustrasi foto sabung ayam

Terasmuslim.com - Praktik mengadu domba hewan demi hiburan atau taruhan masih sering kita jumpai di tengah masyarakat modern saat ini.

Islam secara tegas melarang segala bentuk tindakan yang mengadu domba sesama makhluk hidup, termasuk hewan piaraan.

Larangan ini bukan sekadar aturan kosong, melainkan cerminan dari keluhuran ajaran Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Allah SWT telah menegaskan bahwa hewan-hewan yang ada di bumi ini adalah umat yang sama seperti manusia.

"Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu." (QS. Al-An`am: 38).

Sebagai sesama makhluk ciptaan Allah, hewan memiliki hak untuk hidup tenang tanpa harus disakiti demi kesenangan manusia.

Rasulullah SAW secara spesifik melarang keras umatnya menjadikan hewan sebagai objek aduan yang saling melukai.

Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas RA, disebutkan bahwa Nabi SAW melarang tindakan mengadu domba di antara binatang.

"Rasulullah SAW melarang dari mengadu domba antara binatang." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Hikmah utama dari larangan suci ini adalah untuk menjaga dan melestarikan naluri kasih sayang di dalam hati manusia.

Ketika seseorang gemar melihat hewan saling mencabik, maka perlahan hati dan empati mereka akan menjadi keras serta mati.

Islam mendidik umatnya untuk mendapatkan pahala melalui kasih sayang, bukan meraih kepuasan dari penderitaan makhluk lain.

Rasulullah SAW memperingatkan bahwa menyiksa hewan, termasuk mengadunya, dapat menjadi penyebab seseorang terseret ke dalam siksa neraka.

Sebaliknya, merawat dan memperlakukan hewan dengan penuh kelembutan dijanjikan ganjaran ampunan serta surga yang luas.

Larangan mengadu hewan juga menjadi bukti konkret bahwa syariat Islam sangat menjunjung tinggi keadilan dan keseimbangan ekosistem.

Mari kita sudahi segala tradisi buruk adu hewan dan beralihlah pada hiburan yang lebih sehat serta diridhai oleh Allah SWT.