• KEISLAMAN

Waspada, Remehkan Kebersihan Air Kencing

Yahya Sukamdani | Sabtu, 04/04/2026
Waspada, Remehkan Kebersihan Air Kencing Ilustrasi foto Hati-hati najis air kencing

Terasmuslim.com - Banyak Muslim yang kurang menyadari bahwa masalah kebersihan setelah buang air kecil memiliki implikasi besar dalam kehidupan barzakh. Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan dan mengabarkan bahwa penghuninya sedang disiksa karena perkara yang dianggap sepele oleh manusia. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakpedulian seseorang dalam membersihkan sisa air kencing atau tidak menutup diri saat menunaikannya.

Syariat Islam menempatkan thaharah atau bersuci sebagai syarat sahnya ibadah serta pondasi utama keselamatan seorang hamba. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menegaskan bahwa sebagian besar siksa kubur disebabkan oleh kelalaian dalam urusan kencing. Oleh karena itu, memastikan setiap tetesan najis hilang dengan sempurna adalah kewajiban yang tidak boleh ditawar bagi setiap Mukmin.

Mengabaikan percikan air kencing yang mengenai pakaian atau tubuh dapat membatalkan keabsahan salat yang kita dirikan setiap hari. Allah SWT mencintai orang-orang yang senantiasa menyucikan diri sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya pada Surah Al-Baqarah ayat 222. Tanpa kesucian yang benar, amal ibadah setinggi apa pun berisiko tertolak dan justru berujung pada ancaman azab di liang lahat.

Praktik istinja dan istibra atau memastikan kencing benar-benar tuntas sangat ditekankan agar tidak ada sisa yang keluar kemudian. Para ulama menjelaskan bahwa sikap meremehkan najis ini merupakan bentuk kelalaian terhadap hak Allah atas kesucian raga seorang hamba. Ketidakpedulian terhadap adab buang air mencerminkan lemahnya rasa takut seseorang terhadap pengawasan Allah yang Maha Melihat segala tindakan.

Lingkungan barzakh adalah fase awal pembalasan di mana setiap dosa kecil yang tidak ditobati akan mulai menampakkan konsekuensinya. Siksa kubur akibat najis kencing menjadi peringatan keras agar kita tidak hanya fokus pada ibadah besar, tetapi juga detail kecil kebersihan. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berhati-hati agar terhindar dari kengerian lubang kubur yang bisa menjadi liang api neraka.

Marilah kita mulai memperbaiki adab di kamar mandi dengan lebih teliti dalam membersihkan diri demi meraih ridha-Nya. Jangan sampai kelalaian yang dianggap remeh di dunia menjadi penyesalan abadi yang tak berujung saat raga sudah membeku. Konsistensi dalam menjaga kesucian adalah investasi terbaik untuk mendapatkan perlindungan dan ketenangan di alam kubur kelak.