Ilustrasi berdoa di kuburan
Terasmuslim.com - Tauhid adalah inti ajaran Islam yang menjadi fondasi seluruh amal ibadah. Banyak orang merasa telah bertauhid hanya karena menjalankan shalat, berdoa, dan mengucapkan syahadat. Namun, tanpa disadari, sebagian kebiasaan justru dapat merusak kemurnian tauhid tersebut.
Dalam setiap rakaat shalat, seorang Muslim membaca firman Allah dalam QS Al-Fātiḥah ayat 5. Ayat tersebut menegaskan bahwa hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon pertolongan. Ini adalah deklarasi tauhid yang seharusnya tercermin dalam seluruh aspek kehidupan.
Ironisnya, masih ada yang setelah shalat justru menggantungkan harapan kepada selain Allah. Meminta kepada orang yang telah wafat, kuburan, atau perantara yang tidak disyariatkan menjadi penyimpangan serius. Hal ini bertentangan dengan prinsip dasar tauhid yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Rasulullah SAW dengan tegas mengajarkan agar umatnya hanya meminta kepada Allah. Dalam hadits riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa jika meminta, maka mintalah kepada Allah semata. Ini menunjukkan bahwa ketergantungan hati harus sepenuhnya tertuju kepada-Nya.
Islam tidak melarang meminta bantuan kepada sesama manusia dalam hal yang mampu mereka lakukan. Namun, menjadikan makhluk sebagai tempat bergantung dalam hal yang hanya Allah mampu adalah bentuk penyimpangan. Tauhid menuntut kemurnian dalam keyakinan, bukan sekadar ucapan.
Lebih dari itu, Nabi SAW mengajarkan agar seorang hamba menggantungkan seluruh harapannya kepada Allah, bahkan dalam perkara kecil. Hal ini menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan hamba-Nya. Tidak ada kebutuhan yang terlalu remeh untuk diminta kepada-Nya.
Kesimpulannya, tauhid harus terjaga dalam hati, lisan, dan perbuatan. Jangan sampai ucapan “hanya kepada-Mu kami meminta” bertentangan dengan praktik sehari-hari. Semoga Allah menjaga tauhid kita tetap lurus dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan.