• KEISLAMAN

Meminta Allah Lewat Perantara Makhluk

Yahya Sukamdani | Selasa, 17/02/2026
Meminta Allah Lewat Perantara Makhluk Ilustrasi syirik

Terasmuslim.com - Tauhid adalah inti ajaran Islam dan fondasi seluruh ibadah. Salah satu penyimpangan yang harus diwaspadai adalah meminta kepada Allah dengan menjadikan makhluk sebagai perantara (wasilah) dalam bentuk doa dan permohonan. Islam mengajarkan bahwa doa adalah ibadah yang paling agung, dan ibadah wajib dipersembahkan hanya kepada Allah semata tanpa perantara makhluk apa pun.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan larangan menjadikan perantara dalam beribadah kepada-Nya. Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 3 bahwa orang-orang musyrik berkata, “Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah.” Ayat ini dengan jelas membantah anggapan bahwa makhluk dapat dijadikan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam doa dan ibadah.

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar seorang muslim langsung meminta kepada Allah tanpa perantara makhluk. Dalam hadits yang diriwayatkan Sunan At-Tirmidzi, Nabi SAW bersabda kepada Ibnu Abbas: “Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah.” Hadits ini menegaskan prinsip dasar tauhid dalam doa dan permohonan.

Meminta kepada Allah melalui makhluk baik nabi, wali, orang saleh, atau yang telah wafat menyerupai praktik kaum musyrikin terdahulu. Mereka tidak mengingkari keberadaan Allah, tetapi menjadikan makhluk sebagai perantara doa. Islam datang untuk memutus semua jalan yang mengarah kepada kesyirikan dan mengembalikan ibadah kepada kemurnian tauhid yang lurus.

Adapun wasilah yang dibenarkan dalam Islam adalah wasilah yang disyariatkan, seperti berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna), dengan amal saleh, atau dengan doa orang saleh yang masih hidup tanpa keyakinan adanya kekuatan khusus pada dirinya. Ini berbeda secara prinsip dengan menjadikan makhluk sebagai perantara yang diyakini dapat menyampaikan doa kepada Allah.

Karena itu, menjaga kemurnian tauhid adalah kewajiban setiap muslim. Doa adalah bukti ketergantungan hamba kepada Rabb-nya. Semakin lurus tauhid seseorang, semakin dekat ia kepada Allah. Islam mengajarkan kemuliaan doa yang langsung, tulus, dan penuh keyakinan, tanpa perantara makhluk, karena Allah Maha Dekat dan Maha Mendengar.