• KEISLAMAN

Mencari Seimbang, Ketenangan Hati di Tengah Fasilitas Hidup yang Melimpah

Yahya Sukamdani | Kamis, 29/01/2026
Mencari Seimbang, Ketenangan Hati di Tengah Fasilitas Hidup yang Melimpah Ilustrasi banyak harta tapi susah

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan modern, manusia sering mengejar fasilitas hidup demi kenyamanan dan kemudahan. Namun tidak sedikit yang merasa hatinya tetap gelisah meski kebutuhan dunia telah tercukupi. Islam mengajarkan bahwa ketenangan hati tidak bersumber dari materi semata, melainkan dari kedekatan dengan Allah. Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS. Ar-Ra‘d: 28). Ayat ini menegaskan bahwa fasilitas hidup hanyalah sarana, bukan sumber ketenangan sejati.

Islam tidak melarang umatnya menikmati nikmat dunia selama diperoleh dengan cara halal dan digunakan secara benar. Allah SWT berfirman: “Katakanlah, siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik?” (QS. Al-A‘raf: 32). Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mendorong keseimbangan, bukan menjauhi dunia secara total, tetapi juga tidak tenggelam di dalamnya.

Rasulullah SAW memberikan teladan hidup sederhana meskipun beliau mampu memiliki lebih. Kesederhanaan itu bukan karena kekurangan, melainkan pilihan hati yang tidak terikat pada dunia. Beliau bersabda: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa ketenangan batin lahir dari sikap qana’ah dan syukur, bukan dari melimpahnya fasilitas.

Keseimbangan antara ketenangan hati dan fasilitas hidup terwujud ketika dunia dijadikan alat untuk mendekat kepada Allah, bukan tujuan hidup. Allah SWT berfirman: “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia” (QS. Al-Qashash: 77). Ayat ini menjadi prinsip utama Islam dalam menata hidup: dunia dan akhirat harus berjalan beriringan.

Akhirnya, ketenangan sejati akan dirasakan ketika seseorang mampu mengendalikan fasilitas hidup, bukan dikendalikan olehnya. Rasulullah SAW bersabda: “Beruntunglah orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya” (HR. Muslim). Dengan hati yang tenang dan fasilitas yang dimanfaatkan secara bijak, seorang Muslim akan menjalani hidup yang seimbang, bermakna, dan penuh keberkahan.