Ilustrasi wanita muslimah (Foto: Bincang Muslimah)
Terasmuslim.com - Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha dikenal sebagai wanita mulia pada masa Rasulullah SAW. Meski ia berasal dari keluarga terpandang Quraisy dan memiliki garis nasab yang tinggi, namun Islam menegaskan bahwa kemuliaannya tidak bergantung pada keturunan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS Al-Hujurat: 13). Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan rupa atau asal-usul, melainkan ketakwaannya.
Keutamaan Zainab semakin terlihat saat Allah menurunkan ayat tentang pernikahannya dengan Rasulullah SAW. Allah berfirman, “…tatkala Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya, Kami nikahkan engkau dengan dia…” (QS Al-Ahzab: 37). Turunnya ayat ini mengukuhkan bahwa pernikahan Zainab dengan Nabi SAW adalah ketetapan langsung dari Allah. Ketaatan Zainab menerima perintah Allah, meski di tengah ujian sosial dan budaya, menjadi bukti keteguhan imannya dan alasan mengapa ia dimuliakan.
Rasulullah SAW memuji Zainab sebagai wanita yang memiliki sifat ibadah yang kuat. Dalam hadis riwayat Muslim, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Zainab adalah wanita yang rajin beribadah, banyak berpuasa, dan sangat dermawan. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa istri beliau yang pertama kali menyusulnya kelak di akhirat adalah yang paling panjang tangannya yang kemudian dipahami sebagai yang paling banyak bersedekah dan ternyata itu adalah Zainab binti Jahsy. Hal ini menunjukkan bahwa amal saleh, bukan nasab, adalah sumber kemuliaan sejatinya.
Meski berasal dari keluarga mulia, Zainab tetap rendah hati dan tunduk kepada perintah Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Hadis ini sangat sesuai dengan perjalanan hidup Zainab. Ia tidak membanggakan asal-usulnya, tetapi membangun kemuliaannya melalui ketulusan hati, ibadah yang tekun, dan ketaatan penuh kepada Allah. Inilah yang menjadikannya salah satu wanita paling mulia dalam sejarah Islam.