• KEISLAMAN

Asal Usul Bersalaman Setelah Shalat, Tradisi atau Tuntunan?

Yahya Sukamdani | Kamis, 27/11/2025
Asal Usul Bersalaman Setelah Shalat, Tradisi atau Tuntunan? ilustrasi bersalaman setelah shalat

Terasmuslim.com - Kebiasaan bersalaman setelah shalat bukanlah bagian dari ritual ibadah yang diajarkan Rasulullah SAW. Amalan ini tumbuh sebagai tradisi sosial di berbagai wilayah muslim, termasuk Indonesia, sebagai bentuk ukhuwah dan kehangatan setelah beribadah bersama. Karena tidak termasuk bagian dari tata cara shalat, para ulama menyebutnya sebagai adat kebiasaan, bukan sunnah ibadah.

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk membalas salam dan menyebarkannya sebagai tanda kebaikan dan kasih sayang (QS. An-Nisa: 86). Hadis Rasulullah SAW juga menegaskan, “Sebarkanlah salam di antara kalian” (HR. Muslim). Dalil ini menunjukkan pentingnya salam dalam mempererat persaudaraan, tetapi tidak menjelaskan praktik khusus bersalaman setelah shalat.

Para ulama menegaskan bahwa tidak ada satu pun riwayat sahih yang menunjukkan Rasulullah SAW atau para sahabat rutin bersalaman selesai shalat. Oleh karena itu, bila bersalaman diyakini sebagai sunnah khusus setelah shalat, maka itu tidak memiliki dasar syariat. Namun jika dilakukan sebagai tradisi sosial tanpa keyakinan ibadah tertentu, maka hukumnya mubah dan tidak termasuk bid’ah tercela.

Asal usul bersalaman setelah shalat berangkat dari budaya muslim untuk saling mengenal dan menjaga persatuan. Syariat tidak melarangnya selama tidak diyakini sebagai amalan yang disyariatkan khusus setelah shalat. Umat diperbolehkan melakukannya sebagai bentuk ramah tamah, namun tetap memahami batasan agar tidak menambah-nambah ritual ibadah yang telah ditetapkan Nabi SAW.