• KEISLAMAN

Peringatan Bahaya Amalan yang Tidak Sesuai Syariat

Yahya Sukamdani | Kamis, 18/12/2025
Peringatan Bahaya Amalan yang Tidak Sesuai Syariat Ilustrasi foto amalan yang tertolak

Terasmuslim.com - Islam menegaskan bahwa setiap amal ibadah harus dibangun di atas keikhlasan dan tuntunan syariat. Amal yang tidak sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, meskipun terlihat baik, berpotensi tertolak. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa mengikuti tuntunan yang benar.

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa ketaatan sejati adalah mengikuti Rasulullah ﷺ. Allah Ta’ala berfirman: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah” (QS. Al-Hasyr: 7). Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki batasan yang jelas. Menambah, mengurangi, atau mengubah bentuk ibadah yang telah ditetapkan dapat menyeret seseorang pada bid’ah yang tercela dan menjauhkan dari keridaan Allah.

Bahaya amalan yang tidak sesuai syariat bukan hanya pada tertolaknya amal, tetapi juga dapat merusak akidah secara perlahan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim). Ketika kebiasaan baru dalam ibadah dianggap sebagai bagian dari agama tanpa dalil, maka standar kebenaran menjadi kabur. Akibatnya, umat terpecah dan masing-masing merasa paling benar berdasarkan tradisi, bukan dalil.

Oleh karena itu, jalan keselamatan seorang Muslim adalah menuntut ilmu syar’i dan beramal di atas dalil. Allah berfirman: “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nahl: 43). Dengan ilmu, seorang hamba dapat membedakan antara sunnah dan bid’ah, antara ibadah yang diterima dan yang tertolak. Mengikuti syariat bukanlah bentuk kekakuan, melainkan wujud cinta dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.