ilustrasi menjaga hati
Terasmuslim.com - Dalam Islam, harta bukanlah sesuatu yang tercela selama digunakan dengan cara yang benar. Namun, ketika harta telah menguasai hati manusia hingga membuatnya lupa kepada Allah, di situlah bahaya sesungguhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, suatu yang melalaikan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan dalam harta dan anak keturunan” (QS. Al-Hadid: 20). Ayat ini mengingatkan bahwa harta dapat menjerumuskan manusia ke dalam kelalaian jika tidak disikapi dengan iman.
Rasulullah ﷺ juga memperingatkan umatnya tentang fitnah harta. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta.” Hadits ini menegaskan bahwa cinta berlebihan terhadap kekayaan bisa menumbuhkan keserakahan, menghilangkan rasa syukur, bahkan membuat seseorang melupakan kewajiban ibadah dan zakat. Harta yang menguasai hati dapat menutup mata manusia terhadap keadilan dan kasih sayang terhadap sesama.
Islam mengajarkan keseimbangan antara mencari rezeki dan menjaga hati dari kesombongan. Nabi ﷺ bersabda, “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ditanya tentang empat perkara, salah satunya: hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menjadi pengingat agar manusia memandang harta sebagai amanah, bukan tujuan hidup.
Oleh karena itu, seorang muslim yang bijak harus menempatkan harta di tangan, bukan di hati. Gunakanlah kekayaan untuk menolong sesama, menegakkan kebenaran, dan mencari ridha Allah. Sebab, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Munafiqun ayat 9, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.” Bila hati tetap terikat pada Sang Pemberi rezeki, maka harta akan menjadi berkah, bukan petaka.