Ilustrasi foto berterimakasih kepada orang lain
Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari bantuan dan kebaikan orang lain. Islam mengajarkan agar setiap kebaikan, sekecil apa pun, dihargai dan dibalas dengan ucapan terima kasih serta doa kebaikan. Menghargai kebaikan bukan hanya bentuk sopan santun, tetapi juga tanda keimanan dan kebersihan hati seorang Muslim.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman: 60)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap kebaikan layak dibalas dengan kebaikan. Bentuk balasan itu tidak harus berupa materi cukup dengan doa, rasa hormat, dan tidak melupakan jasa orang lain.
Dalam ayat lain, Allah berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Artinya, menghargai kebaikan orang lain juga termasuk dalam semangat ta’awun (tolong-menolong) yang diperintahkan dalam Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. At-Tirmidzi no. 1954)
Hadis ini menunjukkan bahwa menghargai kebaikan sesama manusia merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah. Seorang Muslim yang beriman tidak akan menyepelekan jasa orang lain, apalagi membalasnya dengan keburukan.
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang berbuat baik kepadamu, maka balaslah kebaikannya. Jika engkau tidak mampu, maka doakanlah kebaikan untuknya.” (HR. Abu Dawud no. 1672)
Sikap menghargai kebaikan orang lain melatih hati agar tidak sombong dan selalu bersyukur. Orang yang mudah berterima kasih akan dicintai Allah dan manusia. Sebaliknya, mereka yang lupa jasa orang lain akan kehilangan keberkahan hidup dan kepercayaan sosial.
Menghargai kebaikan juga memperkuat ukhuwah (persaudaraan) dan menumbuhkan kasih sayang dalam masyarakat.