• KISAH

Kemuliaan Akhlak Nabi Yusuf, Seni Bersabar dan Seni Memaafkan

Yahya Sukamdani | Senin, 04/05/2026
Kemuliaan Akhlak Nabi Yusuf, Seni Bersabar dan Seni Memaafkan Ilustrasi foto sabar atas keadaan

Terasmuslim.com - Kisah Nabi Yusuf AS merupakan narasi terbaik dalam Al-Qur’an yang mengajarkan esensi kesabaran tanpa batas.

Perjalanan penderitaannya dimulai sejak kecil ketika saudara-saudaranya sendiri melemparkannya ke dalam sumur yang gelap.

Namun, Nabi Yusuf menghadapi ujian tersebut dengan shabrun jamil atau kesabaran yang indah tanpa berkeluh kesah.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Yusuf ayat 18 tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi tipu daya.

Ujian kesabarannya berlanjut saat ia difitnah dan dipenjara bertahun-tahun atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.

Di dalam penjara, beliau justru tetap berdakwah dan menunjukkan integritas moral yang sangat tinggi kepada sesama tahanan.

Keikhlasannya dalam menerima takdir Allah akhirnya mengantarkan beliau menjadi bendahara negara Mesir yang sangat berkuasa.

Puncak dari kemuliaan akhlaknya terlihat saat saudara-saudara yang dulu menzaliminya datang memohon bantuan pangan.

Bukannya membalas dendam dengan kekuasaannya, Nabi Yusuf justru memilih jalan memaafkan yang sangat lapang.

Beliau berkata, "Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu," sebagaimana tertuang dalam Surah Yusuf ayat 92.

Rasulullah SAW memuji karakter ini dalam hadis yang menekankan bahwa Allah akan menambah kemuliaan bagi hamba yang pemaaf (HR. Muslim).

Memaafkan saat memiliki kekuatan untuk membalas adalah derajat tertinggi dari pengendalian diri seorang mukmin.

Nabi Yusuf membuktikan bahwa dendam hanya akan memperpanjang luka, sementara maaf akan menyembuhkan jiwa.

Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa.

Kisah ini adalah pengingat bahwa akhir dari kesabaran dan maaf adalah kemenangan manis yang diridai oleh-Nya.