• KISAH

Qarun dan Kesombongan Harta, Ketika Kekayaan Menjadi Jalan Kehancuran

Yahya Sukamdani | Senin, 04/05/2026
Qarun dan Kesombongan Harta, Ketika Kekayaan Menjadi Jalan Kehancuran Ilustrasi foto pamer harta di sosial media

Terasmuslim.com - Qarun adalah sosok dari kaum Bani Israil yang dikenal memiliki kekayaan luar biasa hingga kunci-kunci hartanya saja berat dipikul oleh orang-orang kuat (QS. Al-Qashash: 76).

Namun kekayaan itu justru membuatnya sombong dan lupa bahwa semua yang dimilikinya adalah pemberian Allah.

Allah berfirman, “Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri.” (QS. Al-Qashash: 76).

Qarun dengan angkuh berkata bahwa hartanya diperoleh karena ilmu dan usahanya sendiri, bukan karena karunia Allah (QS. Al-Qashash: 78).

Kesombongan ini menjadi awal kehancurannya, karena ia menisbatkan nikmat kepada dirinya sendiri.

Kaumnya yang beriman telah menasihatinya agar bersyukur dan menggunakan hartanya di jalan Allah (QS. Al-Qashash: 77).

Mereka berkata, “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat.” (QS. Al-Qashash: 77).

Namun Qarun menolak nasihat tersebut dan justru semakin membanggakan kekayaannya di hadapan manusia.

Ia bahkan keluar dengan kemegahan, membuat orang-orang yang cinta dunia iri terhadap kehidupannya (QS. Al-Qashash: 79).

Sementara orang-orang berilmu mengingatkan bahwa pahala Allah jauh lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal saleh (QS. Al-Qashash: 80).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” (HR. Muslim).

Akhirnya Allah menimpakan azab dengan menenggelamkan Qarun beserta hartanya ke dalam bumi sebagai pelajaran bagi manusia (QS. Al-Qashash: 81).

Tidak ada satu pun yang mampu menolongnya dari azab Allah, dan ia pun tidak termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya sendiri (QS. Al-Qashash: 81).

Orang-orang yang sebelumnya iri pun tersadar dan berkata bahwa Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki (QS. Al-Qashash: 82).

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa harta tanpa iman dan syukur hanya akan menjadi sebab kehinaan di dunia dan akhirat.