Ilustrasi foto kisah pemilik kebun yang menyesal
Terasmuslim.com - Al-Qur’an mengisahkan dua pria, di mana salah satunya diberi dua kebun anggur yang sangat subur.
Kebun tersebut dikelilingi pohon kurma dan di sela-selanya terdapat ladang tanaman yang menghijau.
Kisah inspiratif ini tertuang dengan indah dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 32 hingga 44.
Pemilik kebun yang kaya mulai merasa angkuh dan menganggap hartanya tidak akan pernah binasa.
Ia berkata kepada kawannya yang mukmin dengan nada meremehkan tentang kekayaan dan jumlah pengikutnya.
Kesombongan tersebut membuatnya lupa bahwa segala keindahan itu adalah titipan dari Sang Khalik.
Kawannya yang beriman mencoba mengingatkan agar ia bersyukur dan mengucapkan "Masya Allah, la quwwata illa billah".
Kalimat tersebut merupakan pengakuan bahwa tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT.
Namun, pemilik kebun itu tetap keras kepala dan bahkan meragukan datangnya hari kiamat.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis mengingatkan bahwa dunia adalah ladang ujian bagi orang-orang yang beriman.
Allah SWT kemudian mengirimkan "husbanan" atau badai petir dari langit sebagai teguran atas kekufurannya.
Dalam sekejap mata, kebun yang dulu rimbun dan membanggakan itu berubah menjadi tanah yang tandus dan licin.
Pemiliknya akhirnya membolak-balikkan kedua telapak tangannya sambil menyesali segala kesombongan masa lalunya.
Penyesalan di akhir seringkali terlambat jika tidak dibarengi dengan pertobatan yang tulus saat masih jaya.
Kisah ini menjadi pengingat abadi bahwa harta tanpa keimanan hanyalah fatamorgana yang berujung pada kerugian.