Ilustrasi wanita menggunakan cadar (foto: spotlight)
Terasmuslim.com - Dalam Islam, laknat Allah berarti dijauhkan dari rahmat-Nya. Laknat bukan ditujukan pada jenis kelamin, melainkan pada perilaku dan sikap yang melanggar syariat. Perempuan maupun laki-laki sama-sama berpotensi mendapatkan rahmat atau laknat tergantung amalnya. Allah berfirman: “Barang siapa mengerjakan kejahatan, maka dia akan dibalas seimbang dengan kejahatannya.” (QS. Al-Ghafir: 40).
Salah satu ciri yang disebutkan dalam hadis adalah wanita yang menyakiti suami dan tidak bersyukur. Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku diperlihatkan neraka, dan kebanyakan penghuninya adalah wanita, karena mereka kufur.” Para sahabat bertanya, “Apakah kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Kufur terhadap suami dan mengingkari kebaikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini adalah peringatan keras tentang bahaya meremehkan kebaikan dan terus mengeluh tanpa syukur.
Ciri lainnya adalah wanita yang menyerupai laki-laki dalam sikap, pakaian, dan identitas, atau sebaliknya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari). Islam menjaga fitrah dan identitas, bukan untuk mengekang, tetapi untuk melindungi tatanan moral dan sosial.
Islam juga memperingatkan wanita yang membuka aurat, tabarruj (berhias berlebihan untuk menarik perhatian), dan menyesatkan orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda tentang wanita “berpakaian tapi telanjang” yang tidak akan mencium bau surga (HR. Muslim). Al-Qur’an menegaskan: “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33). Ini adalah larangan perilaku, bukan celaan terhadap fisik perempuan.
Selain itu, termasuk perbuatan yang mendatangkan laknat adalah menyebarkan fitnah, ghibah, dan adu domba. Allah berfirman: “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.” (QS. Al-Humazah: 1). Lisan yang tidak dijaga dapat merusak kehormatan orang lain dan menghancurkan persaudaraan, baik dilakukan oleh wanita maupun laki-laki.
Namun Islam selalu membuka pintu taubat. Tidak ada manusia yang luput dari salah. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). Setiap peringatan dalam Al-Qur’an dan Hadis bukan untuk memvonis, melainkan agar manusia kembali kepada akhlak mulia dan rahmat Allah.