Ilustrasi sombong dalam beragama
Terasmuslim.com - Dalam Islam, orang yang terhalang dari kebaikan bukanlah mereka yang miskin atau lemah, tetapi mereka yang hatinya tertutup dari petunjuk Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya seseorang benar-benar terhalang dari rezeki (kebaikan) karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ahmad). Hadits ini menunjukkan bahwa penghalang kebaikan sering kali berasal dari dalam diri sendiri, berupa dosa dan maksiat yang tidak disadari atau diremehkan.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terhalangnya seseorang dari kebaikan adalah berpaling dari peringatan Allah. Allah ﷻ berfirman: “Maka ketika mereka berpaling, Allah palingkan hati mereka.” (QS. Ash-Shaff: 5). Ayat ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebenaran akan dibalas dengan tertutupnya hati, sehingga seseorang tidak lagi mudah menerima nasihat dan kebaikan, meskipun peluang terbuka lebar di hadapannya.
Selain dosa, kesombongan dan merasa diri paling benar juga menjadi penghalang besar dari kebaikan. Allah ﷻ berfirman: “Aku akan memalingkan dari tanda-tanda-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar.” (QS. Al-A’raf: 146). Kesombongan membuat seseorang sulit tunduk pada kebenaran, sulit menerima nasihat, dan akhirnya jauh dari amal shalih yang seharusnya mendekatkannya kepada Allah.
Karena itu, orang yang terhalang dari kebaikan sejatinya adalah mereka yang lalai menjaga hati dan amal. Sebaliknya, siapa pun yang rendah hati, mau bertaubat, dan membuka diri terhadap kebenaran, niscaya Allah akan mudahkan jalannya menuju kebaikan. Sebagaimana doa Nabi ﷺ: “Ya Allah, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran: 8). Hati yang terjaga adalah kunci terbukanya seluruh pintu kebaikan.