• KEISLAMAN

Gus Baha: Jangan Berlebihan Cari Nafkah, Cukupkan Diri dengan Syukur

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 19/07/2025
Gus Baha: Jangan Berlebihan Cari Nafkah, Cukupkan Diri dengan Syukur KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (Foto: Screenshoot TikTok)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ceramahnya yang santai tapi penuh makna, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha kembali menyampaikan nasihat menyentuh soal kehidupan modern.

Ia mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak dalam ambisi mengejar kekayaan duniawi secara berlebihan, karena apa pun yang berlebihan pada akhirnya tidak membawa kebaikan, termasuk dalam urusan mencari nafkah.

Menurut Gus Baha, ukuran kesuksesan sejati bukanlah sekadar soal besarnya penghasilan.

Gus Baha menekankan pentingnya berikhtiar sebatas mencukupi kebutuhan diri dan keluarga. Ia mengkritik fenomena banyak orang yang mempersulit hidupnya sendiri demi harta, padahal jika hati cukup dan bersyukur, kebahagiaan jauh lebih terasa.

Dalam sebuah ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Story Islami yang dikutip pada Sabtu (19/7), Gus Baha dengan gaya bercandanya bertanya, “Untuk apa cari uang banyak-banyak? Istrimu makannya cuma sepiring. Masa nyarinya sampai susah?” Kalimat itu sontak mengundang tawa para jamaah, sekaligus menjadi pengingat sederhana soal cukupnya rezeki. Ia bahkan menambahkan dengan gurauan, “Kecuali istrimu seperti dinosaurus,” yang kembali membuat suasana hangat namun penuh renungan.

Gus Baha juga menekankan bahwa sejak awal Allah sudah menjamin rezeki semua makhluk, bahkan makhluk sebesar dinosaurus pun tidak luput dari jaminan-Nya. Tugas manusia hanyalah berusaha secara wajar, sementara hasilnya adalah urusan Allah.

Selain itu, Gus Baha memperingatkan bahaya mencintai harta secara berlebihan. Menurutnya, harta halal yang cukup jauh lebih membawa keberkahan ketimbang kekayaan melimpah yang diperoleh dengan cara yang tak diridhai Allah.

Bila hati sudah terlalu terpaut pada dunia, kata Gus Baha, hati bisa mengeras dan kehilangan arah menuju akhirat.

Ia pun mengajak umat untuk terus bekerja, namun tetap fokus pada kebutuhan pokok, bukan pada nafsu menimbun kekayaan. Kehidupan sederhana yang penuh rasa syukur justru menjadi kunci ketenangan.

Gus Baha menegaskan, Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan, dan rezeki akan selalu dicukupkan bagi mereka yang bertakwa.

Pada akhirnya, mencari rezeki secukupnya adalah bagian dari sikap tawakal, yaitu menyerahkan diri kepada Allah sambil terus beramal dan beribadah, dengan fokus utama pada keberkahan hidup, bukan sekadar angka harta di tangan.

Keywords :