• KEISLAMAN

Kisah Burung Hudhud Sang Pembawa Misi Tauhid

Yahya Sukamdani | Senin, 25/05/2026
Kisah Burung Hudhud Sang Pembawa Misi Tauhid Ilustrasi burung hud-hud (Foto: Wikipedia)

Terasmuslim.com - Burung Hudhud menempati posisi yang sangat istimewa dalam sejarah peradaban Islam karena kontribusi besarnya dalam penyebaran dakwah tauhid.

Makhluk kecil nan cerdas ini menjadi salah satu tentara setia dalam komando kerajaan agung Nabi Sulaiman AS.

Kisah heroisme burung ini bermula ketika Nabi Sulaiman AS melakukan inspeksi pasukan dan mendapati Hudhud tidak ada di tempatnya.

Sifat kritis dan ketajaman observasi Hudhud terbukti saat ia kembali membawa kabar besar mengenai sebuah negeri bernama Saba`.

Burung Hudhud melaporkan bahwa ia menemukan sebuah kerajaan makmur yang dipimpin oleh seorang wanita, namun terjebak dalam kesyirikan.

"Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka..." (QS. An-Naml: 24).

Mendengar laporan tersebut, Nabi Sulaiman AS tidak langsung percaya melainkan menguji kebenaran berita itu dengan mengirimkan sebuah surat.

Hudhud pun mengemban misi diplomatik tingkat tinggi untuk mengantarkan surat ajakan bertauhid itu langsung ke hadapan Ratu Balqis.

Kegigihan burung ini menjadi tamparan bagi manusia bahwa kewajiban menyeru pada kebaikan tidak memandang seberapa kecil potensi fisik kita.

Atas wasilah keberanian dan akurasi informasi dari Hudhud, Ratu Balqis dan seluruh rakyat Saba` akhirnya berserah diri memeluk Islam.

Keistimewaan burung ini membuat syariat memberikan penghormatan khusus terhadap eksistensinya di muka bumi.

Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya untuk membunuh beberapa jenis makhluk hidup, termasuk di antaranya adalah burung Hudhud.

"Nabi SAW melarang membunuh empat macam hewan: semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Larangan pembunuhan ini menjadi bukti otentik bahwa kontribusi sekecil apa pun dalam jalan dakwah akan selalu dihargai tinggi dalam Islam.

Kisah klasik ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan peran sekecil apa pun dalam menegakkan kalimat tauhid di tengah masyarakat.

Semoga umat Islam saat ini mampu meneladani sensitivitas iman dan semangat kepedulian yang dicontohkan oleh seekor burung Hudhud.