KEISLAMAN

Cara Mengelola Emosi dan Amarah Sesuai Tuntunan Rasulullah

Yahya Sukamdani| Jum'at, 12/06/2026
Redam amarah dan kendalikan emosi demi meraih ketenangan hati yang hakiki. Ilustrasi marah kepada orang lain

Terasmuslim.com - Amarah adalah salah satu gejolak emosi manusiawi yang jika tidak dikendalikan dengan baik dapat menghancurkan hubungan antarmanusia.

Setan kerap menggunakan celah kemarahan ini untuk membakar akal sehat dan menggiring seorang Muslim ke dalam jurang penyesalan.

Islam tidak melarang manusia memiliki emosi, namun memberikan panduan syariat agar kita mampu mengendalikannya dengan bijaksana.

Menahan amarah merupakan salah satu ciri utama dari hamba-hamba Allah yang bertakwa dan berjiwa besar.

Baca juga :

Allah Subhanahu wa Ta`ala memuji sifat mulia ini dalam Al-Qur`an Surah Ali `Imran ayat 134: "Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang."

Ayat suci tersebut menegaskan bahwa kemampuan meredam emosi adalah kunci utama untuk mendapatkan ampunan dan surga-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengubah paradigma masyarakat tentang arti dari sebuah kekuatan yang sejati.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda: "Orang yang kuat itu bukanlah yang jago bergulat, tetapi orang yang mampu menguasai dirinya saat marah."

Ketika api amarah mulai membakar dada, beliau mengajarkan kita untuk segera membaca ta`awudz demi mengusir gangguan setan.

Langkah praktis berikutnya adalah dengan mengubah posisi tubuh, seperti segera duduk jika sedang berdiri, atau berbaring jika sedang duduk.

Jika tindakan fisik tersebut belum meredakan emosi, maka berwudhu adalah obat manjur karena air dapat memadamkan api amarah.

Selain itu, diam dan menjaga lisan saat emosi memuncak sangat efektif untuk mencegah keluarnya kata-kata kasar yang menyakitkan.

Ingatlah selalu bahwa menuruti hawa nafsu saat marah hanya akan mendatangkan kerugian besar baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan meneladani kesabaran Rasulullah, kita dapat menjaga kedamaian hati sekaligus merawat ukhuwah Islamiyah di sekitar kita.

Mari kita hiasi diri dengan sifat santun dan jadikan pengendalian emosi sebagai sarana untuk meningkatkan derajat takwa kita.

TAGS : mengelola emosi cara meredam amarah tuntunan Rasulullah

Terkini