• TOUR & TRAVEL

Dampak Buruk Persaingan Harga Tidak Sehat Umrah

Yahya Sukamdani | Rabu, 10/06/2026
Dampak Buruk Persaingan Harga Tidak Sehat Umrah Ilustrasi umrah haji murah

Terasmuslim.com - Industri travel umrah belakangan ini kerap diwarnai oleh fenomena perang tarif yang menjurus pada persaingan bisnis tidak sehat.

Banyak biro perjalanan berlomba-lomba menawarkan harga murah yang tidak rasional demi memikat hati calon jemaah secara instan.

Dalam kacamata syariat, menetapkan harga murah dengan sengaja untuk merusak pasar dan menjatuhkan kompetitor adalah tindakan yang dilarang.

Islam sangat menjunjung tinggi keadilan dan melarang segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain (darar).

Prinsip dasar untuk tidak saling merugikan sesama manusia ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah ayat 188.

"Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim..." (QS. Al-Baqarah: 188).

Persaingan yang tidak sehat ini sering kali berujung pada penurunan kualitas pelayanan secara drastis yang merugikan para jemaah.

Rasulullah SAW telah memberikan rambu-rambu yang sangat jelas agar para pedagang tidak melakukan praktik tanajush atau manipulasi pasar.

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya merusak stabilitas harga yang merugikan orang lain.

"Janganlah sebagian daripada kamu menjual di atas jualan sebagian yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika sebuah travel umrah memotong harga di bawah standar kelayakan, hak-hak jemaah seperti hotel dan transportasi sering kali dikorbankan.

Tindakan menelantarkan jemaah akibat salah kalkulasi bisnis merupakan sebuah kezaliman besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Para pelaku usaha muslim seharusnya bersaing dalam hal peningkatan kualitas pelayanan, bukan sekadar menjatuhkan harga demi kuantitas.

Khalifah Umar bin Khattab dahulu bahkan pernah menegur pedagang yang menjual barang di bawah harga pasar karena bisa merusak ekosistem dagang.

Bisnis yang dibangun di atas penderitaan kompetitor dan kekecewaan jemaah tentu akan kehilangan esensi keberkahan dari Allah SWT.

Oleh karena itu, asosiasi travel dan pemerintah wajib bersinergi menetapkan tarif referensi demi menjaga marwah ibadah mulia ini.