KEISLAMAN

Panduan Bijak Adab Bermedia Sosial Menurut Islam

Yahya Sukamdani| Jum'at, 12/06/2026
Jaga jemari dan lisan digital demi meraih ridha Allah. Ilustrasi foto bermain social media

Terasmuslim.com - Media sosial kini telah menjadi ruang publik baru tempat kita berinteraksi, berbagi, sekaligus menuangkan pemikiran setiap hari.

Bagi seorang Muslim, ruang digital ini bukan area bebas nilai melainkan medan amal yang juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Setiap ketikan jemari, unggahan status, dan komentar yang kita tinggalkan sejatinya mencerminkan kualitas keimanan di dalam dada.

Islam telah memberikan rambu-rambu yang sangat jelas agar kita senantiasa menyebarkan kebaikan dan menghindari fitnah di dunia maya.

Baca juga :

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengingatkan bahaya penyebaran berita tanpa klarifikasi dalam Al-Qur`an Surah Al-Hujurat ayat 6.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti."

Perintah tabayyun ini menjadi sangat krusial di era hoaks demi menjaga persaudaraan dan mencegah kehancuran nama baik seseorang.

Selain itu, menyebarkan aib sesama atau terlibat dalam perundungan siber sangat dilarang keras karena merusak kehormatan manusia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan standar moral yang tinggi bagi seorang Muslim saat berkomunikasi dengan sesama.

Dalam hadits riwayat Bukhari, beliau bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam."

Pesan mendalam dari Nabi ini menjadi panduan emas agar kita tidak mudah terprovokasi untuk berkomentar buruk di kolom komentar.

Jadikanlah akun media sosial kita sebagai ladang dakwah yang sejuk, inspiratif, dan membawa manfaat nyata bagi para pengikut.

Sebelum membagikan sebuah konten, pikirkanlah secara matang apakah kiriman tersebut mendatangkan pahala atau justru memanen dosa jariyah.

Ketahuilah bahwa jemari yang kita gunakan untuk berselancar di internet kelak akan menjadi saksi yang berbicara di hadapan Allah.

Mari kita hiasi beranda digital kita dengan adab yang mulia agar teknologi ini menuntun kita menuju surga, bukan sebaliknya.

TAGS : adab media sosial etika digital bijak bersosmed

Terkini