KEISLAMAN

Strategi Ampuh Menghindari Ghibah dalam Pergaulan Sehari-hari

Yahya Sukamdani| Jum'at, 12/06/2026
Jaga kesucian lisan dari bahaya ghibah demi meraih ketenangan. Ilustrasi ghibah

Terasmuslim.com - Percakapan santai bersama teman atau rekan kerja sering kali tanpa sadar tergelincir menjadi ajang membicarakan keburukan orang lain.

Ghibah atau menggunjing telah menjadi penyakit sosial yang sangat akut dan sering kali dianggap sebagai bumbu pemanis dalam obrolan.

Padahal, Islam memandang perbuatan ini sebagai dosa besar yang dapat menghanguskan seluruh pahala amal kebaikan kita dengan sangat cepat.

Al-Qur`an memberikan perumpamaan yang sangat mengerikan dan menjijikkan bagi siapa saja yang gemar mengonsumsi aib sesamanya.

Baca juga :

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12: "Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain, apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?"

Larangan keras ini seharusnya membuat kita berpikir ribuan kali sebelum mulai membuka aib dan kejelekan orang lain dalam pergaulan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan batasan yang sangat tegas mengenai definisi sejati dari perbuatan terlarang ini.

Dalam hadits riwayat Muslim, beliau menjelaskan bahwa ghibah adalah engkau menceritakan tentang saudaramu sesuatu yang tidak ia sukai.

Langkah awal untuk menghindari jebakan ini adalah dengan selalu menumbuhkan rasa empati yang tinggi di dalam lubuk hati kita.

Ketika sebuah obrolan mulai mengarah pada subjektivitas negatif, kita harus memiliki keberanian untuk mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain.

Jika suasana tidak memungkinkan untuk diubah, maka pilihan terbaik bagi seorang Muslim yang bijak adalah pamit dan meninggalkan perkumpulan tersebut.

Menyibukan diri dengan mengoreksi kekurangan personal jauh lebih mulia daripada sibuk menghakimi serta menguliti dosa orang lain.

Ingatlah selalu bahwa setiap patah kata yang keluar dari mulut kita tidak pernah luput dari catatan malaikat Rakib dan Atid.

Dengan menjaga lisan dari ghibah, kita tidak hanya melindungi kehormatan orang lain tetapi juga sedang menjaga kesucian hati sendiri.

Mari kita berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pergaulan yang bersih, sehat, dan penuh berkah tanpa adanya noda-noda ghibah.

TAGS : menghindari ghibah bahaya ghibah adab berbicara

Terkini