Ilustrasi foto Sunni dan Syiah
Terasmuslim.com - Perbedaan antara Sunni dan Syiah merupakan salah satu dinamika sejarah terpenting dalam perjalanan peradaban Islam.
Perpecahan historis ini awal mulanya terpicu oleh persoalan kepemimpinan politik atau imamah pasca wafatnya Rasulullah SAW.
Kelompok Sunni menekankan pentingnya suksesi kepemimpinan melalui musyawarah dan kesepakatan sahabat Nabi.
Sementara kelompok Syiah meyakini bahwa kepemimpinan umat secara sah berada di tangan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya.
Meskipun memiliki latar belakang sejarah perbedaan pandangan, keduanya tetap berpijak pada fondasi utama ajaran Tauhid.
Al-Qur`an secara tegas memerintahkan seluruh umat Islam untuk senantiasa menjaga persatuan dan tidak bercerai-berai.
Perintah tersebut abadi dalam Surah Ali `Imran ayat 103: "Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan sesama Muslim dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya." (HR. Muslim).
Pemahaman yang komprehensif dan objektif mengenai jejak sejarah sangat penting agar umat tidak mudah terprovokasi.
Sikap saling menghormati dan mengedepankan toleransi antar sesama Muslim menjadi kunci terciptanya kedamaian global.
Islam mendorong umatnya untuk menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog yang santun dan penuh hikmah.
Langkah ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 125 untuk menyeru ke jalan Tuhan dengan kebijaksanaan.
Edukasi sejarah yang berimbang dapat membentengi masyarakat dari narasi kebencian dan paham sektarianisme yang merusak.
Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita untuk merawat ukhuwah islamiyah dan persatuan umat.