Ilustrasi foto kisah pemilik kebun yang menyesal
Terasmuslim.com - Kenikmatan duniawi berupa harta dan kekayaan kerap membuat manusia terbuai hingga lupa bersyukur kepada Allah SWT.
Al-Qur`an mengabadikan kisah pemilik dua kebun sebagai pelajaran berharga tentang bahaya sifat sombong dan kufur nikmat.
Pemilik kebun tersebut merasa bangga atas limpahan rezeki berupa kebun anggur dan kurma yang sangat subur.
Kesombongan membuatnya meyakini bahwa kekayaan tersebut tidak akan pernah musnah dan kekal selamanya.
Ia bahkan meragukan datangnya hari kiamat dan menganggap kehebatannya semata-mata karena usahanya sendiri.
Sikap kufur ini diabadikan dalam Surah Al-Kahf ayat 35: "Dia berkata: `Aku kira kebun ini tidak akan membusuk selama-lamanya.`"
Sahabatnya yang beriman telah mengingatkan agar ia bertakwa dan mengucapkan Masya Allah Laa Quwwata Illa Billah.
Namun, peringatan tersebut diabaikan hingga akhirnya azab Allah SWT datang menghancurkan seluruh kebunnya dalam sekejap.
Penyesalan baru datang ketika seluruh harta kebanggaannya telah lenyap tak berbekas tanpa sisa.
Kisah tragis ini menegaskan janji Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7: "Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari, maka azab-Ku sangat berat."
Rasulullah SAW juga mengingatkan agar kita senantiasa melihat ke bawah dalam urusan dunia agar pandai bersyukur.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim).
Mengingkari nikmat tidak hanya menghapuskan keberkahan harta, tetapi juga mengundang murka Sang Maha Pencipta.
Setiap hamba hendaknya menyadari bahwa seluruh rezeki yang dimiliki hanyalah titipan sementara yang harus dipertanggungjawabkan.
Semoga Allah SWT senantiasa menjauhkan kita dari sifat ujub dan menggolongkan kita ke dalam hamba-Nya yang pandai bersyukur.