• KISAH

Kisah Penulisan Shahih Al-Bukhari Sebagai Rujukan Utama Umat

Yahya Sukamdani | Jum'at, 07/08/2026
Kisah Penulisan Shahih Al-Bukhari Sebagai Rujukan Utama Umat Ilustrasi foto perjalanan ulama mencari ilmu

Terasmuslim.com - Penulisan kitab Shahih Al-Bukhari merupakan salah satu tonggak sejarah paling monumental dalam pemeliharaan kemurnian ajaran Islam.

Imam Al-Bukhari menghabiskan waktu sekitar 16 tahun melakukan perjalanan lintas negara untuk mengumpulkan dan memilah ratusan ribu hadis.

Keseriusan beliau merupakan bentuk pengamalan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hijr ayat 9 tentang jaminan pemeliharaan terhadap Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Proses penyeleksian dilakukan dengan kriteria yang sangat ketat hingga beliau hanya memilih ribuan hadis paling otentik dari 600.000 riwayat.

Kedisiplinan tinggi ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan umat beriman untuk selalu meneliti kebenaran suatu informasi.

Setiap kali hendak menuliskan satu hadis ke dalam kitabnya, Imam Al-Bukhari selalu mandi dan melaksanakan salat istikharah dua rakaat.

Upaya spiritual tersebut mencerminkan betapa beliau memohon petunjuk penuh agar tidak ada satu pun riwayat palsu yang terselip dalam karyanya.

Rasulullah SAW telah mewanti-wanti ancaman keras melalui hadis riwayat Bukhari bahwa barang siapa sengaja berdusta atas namaku, hendaknya ia bersiap menempati tempatnya di neraka.

Gagasan awal penyusunan kitab ini lahir dari saran gurunya, Ishaq bin Rahawaih, yang merindukan hadirnya kitab khusus berisi hadis-hadis shahih.

Dengan ketulusan niat, Imam Al-Bukhari mendedikasikan hidupnya demi menghadirkan rujukan hukum dan akhlak yang tepercaya bagi seluruh Muslim.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa Allah akan membagandakan cahaya bagi orang yang mendengar sabdanya lalu menyampaikan dengan cermat.

Metode penyusunan bab yang dinamis membuat kitab ini tidak hanya memuat riwayat, tetapi juga mencakup pemahaman fiqih yang sangat mendalam.

Para ulama lintas generasi sepakat bahwa Shahih Al-Bukhari adalah kitab paling otentik di muka bumi setelah Kitabullah Al-Qur`an.

Hingga hari ini, karya agung ini terus dipelajari dan menjadi fondasi utama dalam pengambilan hukum Islam di seluruh penjuru dunia.

Semoga keteladanan dan ketelitian Imam Al-Bukhari dalam menjaga keautentikan sunnah senantiasa menginspirasi kita untuk terus mencintai ajaran Nabi.