• KEISLAMAN

Keagungan Jiwa Orang Terasing dalam Ajaran Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 22/09/2026
Keagungan Jiwa Orang Terasing dalam Ajaran Islam Ilustrasi foto Islam dan Al quran

Terasmuslim.com - Perjalanan menegakkan tauhid di tengah arus zaman sering kali membuat seorang Muslim merasa berjalan sendirian.

Keterasingan tersebut bukanlah tanda kehinaan, melainkan cerminan dari keteguhan hati dalam memegang teguh syariat Allah SWT.

Sejak awal dakwahnya, Islam hadir sebagai sesuatu yang asing bagi masyarakat Jahiliyah yang penuh penyimpangan.

Allah SWT mengingatkan bahwa mayoritas manusia sering kali tidak berada di jalan yang benar sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-An`am ayat 116:

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah..." (QS. Al-An`am: 116)

Kondisi terasing ini akan kembali berulang pada akhir zaman saat nilai-nilai kebenaran mulai kabur dan ditinggalkan.

Rasulullah SAW telah mengabarkan fenomena keterasingan ini sekaligus memberikan kabar gembira bagi mereka yang melaluinya.

Kabar gembira tersebut tertuang dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana munculnya, maka beruntunglah orang-orang yang terasing." (HR. Muslim)

Orang-orang yang terasing (al-ghuraba`) adalah mereka yang konsisten mempercatik akhlak dan membenahi ajaran agama saat masyarakat merusaknya.

Menjaga keimanan pada masa krisis memerlukan kesabaran ekstra seperti menggenggam bara api yang sangat panas.

Rasulullah SAW menggambarkan beratnya perjuangan tersebut melalui sabda beliau dalam hadis riwayat Tirmidzi:

"Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya di antara mereka seperti orang yang menggenggam bara api." (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh merasa berkecil hati atau tertekan ketika prinsip keislamannya dianggap aneh oleh lingkungan sekitar.

Istikamah di atas kebenaran justru menjadi bukti keimanan yang jujur dan tulus di hadapan Sang Pencipta.

Allah SWT menjanjikan kedamaian serta perlindungan bagi setiap hamba yang teguh berdiri di atas jalan ketakwaan.

Janji keselamatan tersebut ditegaskan secara indah oleh Allah SWT dalam Surah Fussilat ayat 30:

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: `Tuhan kami ialah Allah` kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: `Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih...`" (QS. Fussilat: 30)

Setiap keterasingan yang dirasakan demi membela kebenaran kelak akan berbuah manis berupa derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.