• KISAH

Adab Berdialog dan Berbeda Pendapat Menurut Ulama

Yahya Sukamdani | Kamis, 06/08/2026
Adab Berdialog dan Berbeda Pendapat Menurut Ulama Ilustrasi foto ulama berdiskusi

Terasmuslim.com - Para ulama menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pentingnya menjaga adab saat berdialog dan menyikapi perbedaan pendapat dalam Islam.

Bagi mereka, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar selama tetap berada dalam koridor syariat dan diiringi dengan kesucian niat.

Tujuan utama dari sebuah dialog ilmiah sejatinya adalah untuk mencari kebenaran, bukan demi memenangkan argumen atau merendahkan lawan bicara.

Prinsip dasar berdialog secara santun ini tercantum dalam Surah An-Nahl ayat 125: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik."

Dalam pandangan ulama salaf, saling menghormati pendapat orang lain menjadi kunci utama dalam memelihara ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman.

Sikap lapang dada ini mencerminkan sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Tirmidzi yang menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar.

Para ulama juga mengajarkan pentingnya mengedepankan prasangka baik (husnuzhan) serta menghindari sikap saling mengkafirkan atau menyesatkan sesama Muslim.

Allah SWT secara tegas melarang perpecahan dan perselisihan yang merusak kekuatan Umat Islam dalam Surah Al-Anfal ayat 46: "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang."

Di samping itu, kerendahan hati menjadi fondasi utama agar seseorang tetap terbuka menerima kebenaran dari mana pun datangnya.

Sebagaimana dicontohkan oleh Imam Syafi`i, beliau senantiasa berdoa agar kebenaran dapat terungkap melalui lisan lawan bicaranya.

Rasulullah SAW pun memperingatkan bahaya kesombongan dalam hadis riwayat Muslim bahwa sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

Etika berdialog yang diajarkan para ulama juga menekankan penggunaan tutur kata yang lemah lembut serta jauh dari celaan maupun caci maki.

Allah SWT mengingatkan pentingnya kelembutan dalam bertukar pikiran sebagaimana perintah-Nya kepada Nabi Musa dan Harun dalam Surah Taha ayat 44 untuk berbicara kepada Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut.

Kedewasaan para ulama dalam mengelola perbedaan pendapat menjadi cermin bening yang patut dicontoh oleh seluruh generasi Muslim modern.

Meneladani adab berdialog para ulama menjadi solusi fundamental dalam membangun ruang diskusi yang sejuk, edukatif, dan mempererat persatuan umat.