• KEISLAMAN

Takdir Tidak Pernah Salah, Memahami Hikmah Ketetapan Allah

Yahya Sukamdani | Kamis, 30/07/2026
Takdir Tidak Pernah Salah, Memahami Hikmah Ketetapan Allah Ilustrasi seseorang sedang berdoa (FOTO: ADVENTISTHEALTHCARE)

Terasmuslim.com - Mempercayai bahwa ketetapan Allah tidak pernah salah merupakan fondasi utama dalam menjaga kedamaian hati seorang muslim.

Iman kepada takdir baik maupun buruk adalah salah satu pilar rukun iman yang wajib diyakini sepenuhnya tanpa keraguan.

Rasulullah SAW menegaskan kewajiban ini dalam hadits riwayat Imam Muslim tentang keimanan kepada takdir Allah.

Setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta telah tertulis rapi dalam Lauhul Mahfuzh jauh sebelum manusia diciptakan.

Manusia sering kali menilai situasi hanya berdasarkan keterbatasan pandangan mata dan emosi sesaat.

Padahal, Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk masa depan hamba-Nya melebihi pemahaman manusia itu sendiri.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 216, bahwa bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu sangat baik bagimu.

Ayat tersebut juga mengingatkan bahwa apa yang kita cintai belum tentu membawa kebaikan dalam pandangan-Nya.

Ujian hidup yang terasa berat kerap menjadi jalan bagi Allah untuk mengangkat derajat atau menghapus dosa-dosa hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam Bukhari bahwa tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapus kesalahannya.

Sikap terbaik saat menghadapi takdir yang tidak sesuai harapan adalah bersabar, berprasangka baik, dan terus berikhtiar.

Menyadari bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya akan membebaskan hati dari rasa penyesalan yang berlebihan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 22 bahwa setiap bencana yang terjadi di bumi telah tertulis dalam Kitab sebelum diciptakan.

Keyakinan kuat terhadap takdir Ilahi melahirkan jiwa yang tangguh, tidak mudah putus asa, serta senantiasa bersyukur.

Mari kita serahkan segala urusan kepada Allah SWT seraya meyakini bahwa rencana-Nya selalu menjadi takdir yang paling sempurna.