• KEISLAMAN

Tata Cara Ruqyah Mandiri Menggunakan Ayat Al-Qur`an

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 01/07/2026
Tata Cara Ruqyah Mandiri Menggunakan Ayat Al-Qur`an Ilustrasi - tata cara ruqyah secara mandiri menggunakan ayat Al-Qur`an (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Ruqyah merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang diajarkan dalam Islam untuk memohon kesembuhan dan perlindungan kepada Allah SWT.

Berbeda dengan praktik yang bercampur unsur mistis atau meminta bantuan selain kepada Allah, ruqyah syar`iyyah dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur`an serta doa-doa yang bersumber dari Rasulullah SAW.

Para ulama menjelaskan bahwa ruqyah bukanlah praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Bahkan, Rasulullah SAW pernah meruqyah dirinya sendiri ketika sakit dan mengajarkan beberapa bacaan Al-Qur`an sebagai bentuk perlindungan dari berbagai gangguan.

Secara bahasa, ruqyah berarti bacaan atau doa yang digunakan untuk memohon perlindungan. Sementara ruqyah syar`iyyah adalah terapi yang dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur`an, nama-nama Allah, serta doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dengan keyakinan bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah SWT.

Karena itu, ruqyah tidak boleh disertai mantra yang tidak dipahami maknanya, meminta bantuan jin, jimat, ataupun praktik-praktik yang mengandung unsur syirik. Seluruh bacaan dan keyakinan harus tetap berlandaskan tauhid.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Wa nunazzilu minal-Qur`āni mā huwa syifā`un wa raḥmatun lil-mu`minīn.

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Ayat ini menjadi salah satu dasar bahwa Al-Qur`an dapat dijadikan wasilah untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Ruqyah dapat dilakukan sendiri di rumah selama mengikuti tuntunan syariat. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan:

1. Meluruskan Niat

Niatkan ruqyah semata-mata sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Seorang Muslim harus meyakini bahwa ayat Al-Qur`an hanyalah wasilah, sedangkan yang menyembuhkan hanyalah Allah.

2. Berwudu

Sebelum memulai ruqyah, dianjurkan berada dalam keadaan suci dengan berwudu agar lebih khusyuk ketika membaca Al-Qur`an.

3. Menghadap Kiblat

Bila memungkinkan, duduk menghadap kiblat di tempat yang tenang sehingga dapat lebih fokus dalam membaca ayat-ayat Al-Qur`an.

4. Membaca Istighfar dan Basmalah

Awali dengan memperbanyak istighfar, membaca basmalah, kemudian memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

5. Membaca Ayat-Ayat Ruqyah

Beberapa bacaan yang paling dianjurkan antara lain:

- Surah Al-Fatihah.

- Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah ayat 255).

- Surah Al-Ikhlas.

- Surah Al-Falaq.

- Surah An-Nas.

Ayat-ayat tersebut dapat dibaca masing-masing satu kali atau tiga kali sesuai kemampuan. Rasulullah SAW juga membiasakan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur.

6. Meniup ke Telapak Tangan

Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut, tiupkan secara lembut ke kedua telapak tangan tanpa meludah.

Kemudian usapkan kedua telapak tangan ke wajah, kepala, dan seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau. Jika terdapat bagian tubuh yang sakit, tangan kanan dapat diletakkan pada area tersebut sambil melanjutkan doa kepada Allah SWT.

7. Berdoa Memohon Kesembuhan

Setelah selesai membaca Al-Qur`an, panjatkan doa dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, perlindungan, dan dijauhkan dari segala keburukan.

Selain membaca ayat-ayat Al-Qur`an, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allāhumma Rabban-nās, adzhibil-ba`sa, isyfi Antasy-Syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yugādiru saqamā.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Berilah kesembuhan, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lagi."

Para ulama menjelaskan bahwa ruqyah merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis. Islam mendorong umatnya untuk berobat ketika sakit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW agar setiap penyakit diupayakan pengobatannya.

Karena itu, seseorang yang mengalami gangguan kesehatan tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis. Sementara ruqyah menjadi pelengkap berupa doa dan tawakal kepada Allah SWT.

Ulama mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap praktik ruqyah yang tidak sesuai syariat, seperti menggunakan mantra yang tidak jelas maknanya, meminta bantuan makhluk gaib, memberikan jimat, atau meminta syarat-syarat yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Ruqyah yang benar harus berisi bacaan Al-Qur`an dan doa-doa yang sahih, dilakukan dengan bahasa yang dipahami, serta disertai keyakinan penuh bahwa hanya Allah SWT yang memberikan kesembuhan.

Dengan memahami tata cara ruqyah mandiri sesuai tuntunan Rasulullah SAW, umat Islam dapat menjadikannya sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah SWT.

Yang terpenting, ruqyah dilakukan dengan tetap menjaga kemurnian akidah, menghindari praktik-praktik yang mengandung syirik, serta dibarengi usaha lahir berupa pengobatan dan pola hidup sehat.