Ilustrasi walisongo penyebar ajaran Islam di Nusantara
Terasmuslim.com - Mayoritas umat Islam di Indonesia menganut Mazhab Syafi`i karena faktor sejarah awal masuknya Islam ke Nusantara.
Sejak abad ke-13, para saudagar dan ulama dari Hadramaut, Yaman, serta Gujarat membawa ajaran Islam yang berbasis fikh Syafi`iyah.
Proses dakwah yang santun membuat masyarakat lokal menerima ajaran ini dengan tangan terbuka tanpa gejolak sosial.
Metodologi Mazhab Syafi`i sangat menekankan aspek kehati-hatian dalam beribadah, yang ternyata sangat cocok dengan karakteristik masyarakat timur.
Allah SWT mengisyaratkan pentingnya mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah umat-umat terdahulu melalui kitab suci Al-Quran.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surah Yusuf ayat 111 mengenai kisah masa lalu sebagai tuntunan hidup.
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." (QS. Yusuf: 111)
Ayat tersebut memotivasi kita untuk memahami bahwa melekatnya Mazhab Syafi`i adalah buah dari konsistensi dakwah para pendahulu.
Selain itu, penyebaran Islam secara masif oleh Wali Songo di pulau Jawa juga menggunakan pendekatan fikh Syafi`iyah yang akomodatif.
Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya agar mempermudah urusan agama dan tidak mempersulit masyarakat dalam beribadah.
Dalam sebuah hadist sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW memberikan arahan praktis dalam berdakwah.
"Mudahkanlah dan janganlah kamu mempersulit, gembirakanlah dan janganlah kamu membuat orang lari." (HR. Bukhari)
Prinsip kemudahan dan kedamaian inilah yang melekat kuat dalam corak pemikiran Mazhab Syafi`i saat berasimilasi dengan budaya lokal.
Faktor penguat lainnya adalah standarisasi kurikulum di mayoritas pondok pesantren di Indonesia yang sejak dulu menggunakan kitab-kitab Syafi`iyah.
Kitab-kitab klasik seperti Safinatun Najah dan Fathul Qarib telah menjadi bacaan wajib santri dari generasi ke generasi.
Oleh karena itu, bermazhab Syafi`i telah mengakar menjadi sebuah identitas keagamaan yang menjaga persatuan umat Islam di Indonesia.