Ilustrasi foto jenis makanan yang dimakan Rasulullah
Terasmuslim.com - Pola makan yang buruk menjadi pemicu utama lahirnya berbagai penyakit kronis di era modern saat ini.
Di tengah gempuran makanan siap saji, meneladani pola makan Rasulullah SAW adalah sebuah solusi kesehatan yang sangat relevan.
Islam tidak hanya mengatur apa yang boleh dimakan, tetapi juga mengajarkan tata cara mengonsumsi makanan secara proporsional.
Rasulullah SAW selalu memilih makanan yang halal lagi baik (thayyib), seperti kurma, madu, gandum utuh, dan zaitun.
Kebiasaan makan Nabi SAW yang paling mendasar adalah berhenti makan sebelum kenyang demi menjaga keseimbangan lambung.
Prinsip pembagian porsi perut ini dijelaskan secara ilmiah dalam sebuah hadist riwayat Imam At-Tirmidzi.
Rasulullah SAW bersabda, “Sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk napasnya.”
Secara medis modern, aturan sepertiga lambung ini terbukti efektif mencegah obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan.
Selain porsi, Allah SWT juga melarang keras segala bentuk sikap berlebihan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.
Larangan bersikap berlebihan ini tertuang dengan sangat jelas di dalam Al-Qur`an Surah Al-A`raf ayat 31:
“...Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
Dunia medis modern kini menyepakati bahwa pembatasan kalori (calorie restriction) seperti yang dicontohkan Nabi dapat memperpanjang umur sel.
Rasulullah SAW juga membiasakan diri untuk aktif bergerak setelah makan agar makanan dapat dicerna oleh tubuh dengan sempurna.
Menerapkan pola makan nabawi bukan sekadar urusan menyehatkan fisik, melainkan juga bentuk takwa dan ibadah yang bernilai pahala.
Mari kita tinggalkan gaya hidup konsumtif dan beralih ke pola makan sehat sesuai sunnah demi kebaikan dunia dan akhirat.