• KEISLAMAN

Keadilan Sosial Pancasila dan Nafas Al-Adl Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 02/06/2026
Keadilan Sosial Pancasila dan Nafas Al-Adl Islam Ilustrasi foto simbol sila 5

Terasmuslim.com - Sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, merupakan tujuan pamungkas dari seluruh rangkaian kehidupan bernegara kita.

Dalam arsitektur Islam, cita-cita luhur ini berkaitan erat dengan konsep Al-`Adl yang menjadi salah satu misi utama diturunkannya syariat ke bumi.

Tegaknya keadilan sosial memastikan bahwa kekayaan dan kesejahteraan tidak hanya berputar di segelintir lingkaran orang kaya saja.

Allah SWT menegaskan prinsip pemerataan ekonomi ini dalam Surah Al-Hasyr ayat 7, "Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu."

Melalui ayat tersebut, Al-Qur`an memerintahkan perancangan sistem sosial yang berpihak pada kaum duafa dan memangkas jurang kesenjangan.

Keadilan sosial dalam Islam menuntut negara untuk menjamin hak-hak dasar rakyat, mulai dari pangan, kesehatan, hingga pendidikan yang layak.

Perintah untuk menegakkan keadilan secara menyeluruh ini termaktub jelas dalam Surah An-Nahl ayat 90, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan."

Oleh karena itu, segala bentuk eksploitasi ekonomi, korupsi, dan monopoli pasar yang menyengsarakan rakyat kecil dinilai sebagai dosa sosial yang besar.

Rasulullah SAW dengan tegas menyampaikan ancaman bagi pelaku kezaliman sistemik melalui hadis qudsi riwayat Muslim, "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kamu."

Di sisi lain, keadilan sosial juga mewajibkan golongan berkecukupan untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen redistribusi kekayaan.

Pemimpin yang adil dan mencintai rakyat miskin dijanjikan perlindungan tertinggi di hari kiamat kelak oleh Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Arsy adalah "pemimpin yang adil."

Memperjuangkan sila kelima berarti kita harus aktif terlibat dalam memberantas kemiskinan dan membela hak-hak buruh yang terabaikan.

Umat Islam di Indonesia wajib menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebijakan publik yang berkeadilan dan menolak segala bentuk penindasan kekuasaan.

Dengan membumikan konsep Al-`Adl ke dalam sila kelima, kita sedang melangkah bersama mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.