• KEISLAMAN

Saudara Yang Jauh Tetap Memiliki Hak Hubungan

Yahya Sukamdani | Senin, 01/06/2026
Saudara Yang Jauh Tetap Memiliki Hak Hubungan Ilustrasi foto komunikasi kakak beradik

Terasmuslim.com - Jarak geografis dan kesibukan duniawi sering kali menjadi alasan klasik renggangnya hubungan antar kerabat dekat maupun jauh.

Padahal, dalam kacamata syariat Islam, ikatan rahim tidak pernah terputus hanya karena bentangan jarak yang memisahkan.

Seorang muslim wajib memahami bahwa saudara yang tinggal berjauhan tetap memiliki hak moral dan spiritual yang harus ditunaikan.

Allah SWT telah memberikan rambu-rambu yang sangat jelas mengenai pentingnya mengutamakan hak para kerabat dalam Al-Qur`an.

Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Isra ayat 26 yang memerintahkan kita untuk memberikan hak kepada kerabat dekat.

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan..." (QS. Al-Isra: 26).

Meskipun ayat ini menyebutkan kerabat dekat, para ulama sepakat bahwa maknanya mencakup seluruh jajaran keluarga dalam garis keturunan.

Rasulullah SAW juga menekankan bahwa menyambung silaturahim dengan saudara yang jauh merupakan pembuka pintu-pintu kebaikan.

Dalam hadits riwayat Bukhari, beliau bersabda bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahim.

Bentuk penunaian hak ini tidak melulu harus bertatap muka langsung setiap hari di dalam kehidupan kita.

Di era digital sekarang, menyapa lewat gawai, mengirimkan doa tulus, atau sekadar menanyakan kabar sudah menjadi bagian dari adab.

Bahkan, Islam mengajarkan bahwa bersedekah kepada keluarga jauh yang membutuhkan memiliki nilai pahala ganda di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, sedangkan kepada kerabat adalah sedekah dan silaturahim.

Jangan sampai kesibukan mengejar materi membuat kita abai terhadap darah daging sendiri yang berada di perantauan.

Membiarkan hubungan kekeluargaan layu dan mati karena ego merupakan salah satu kelalaian yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Mari kita rajut kembali komunikasi yang sempat terputus dengan saudara jauh demi meraih rida dan ampunan dari Sang Pencipta.