Ilustrasi foto hutan
Terasmuslim.com - Islam sejak awal menempatkan isu lingkungan sebagai bagian krusial dari keimanan seorang Muslim.
Manusia diciptakan di muka bumi ini bukan sebagai perusak, melainkan sebagai khalifah yang memikul amanah besar.
Tugas mulia tersebut ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 30 tentang mandat kepemimpinan manusia.
Sebagai pengelola bumi, kita dilarang keras melakukan kerusakan yang dapat merusak tatanan ekosistem alami.
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya..." (QS. Al-A`raf: 56).
Setiap komponen alam, mulai dari pohon hingga aliran sungai, diciptakan dalam kondisi seimbang demi kelangsungan hidup makhluk-Nya.
Bukan hanya lingkungan fisik, syariat Islam juga memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kesejahteraan hewan.
Satwa di alam liar maupun peliharaan memiliki hak yang sama untuk hidup tenang tanpa disakiti manusia.
Rasulullah SAW bahkan melarang keras menjadikan hewan sebagai sasaran tembak atau objek penyiksaan yang sia-sia.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, beliau mengabarkan ancaman neraka bagi wanita yang mengurung kucing hingga mati kelaparan.
Sebaliknya, Islam menjanjikan pahala pengampunan dosa yang besar bagi siapa saja yang menolong hewan kehausan.
Prinsip kasih sayang ini membuktikan bahwa konservasi satwa merupakan ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW juga memperkenalkan konsep Hima, yaitu kawasan konservasi khusus untuk melindungi flora dan fauna tertentu.
Melalui instrumen Hima, keseimbangan alam dapat terjaga dengan baik dari keserakahan eksploitasi manusia.
Mari kembalikan kesadaran ekologis kita demi menjaga bumi sebagai warisan terbaik untuk generasi mendatang.