Ilustrasi foto suami membantu tugas istri dirumah
Terasmuslim.com - Konsep qawwam sering kali disalahartikan sebagai otoritas mutlak suami untuk mendominasi istri secara sepihak.
Padahal, Al-Qur`an Surah An-Nisa ayat 34 menegaskan bahwa kepemimpinan suami didasarkan atas kelebihan beban tanggung jawab yang dipikulnya.
"Laki-laki (suami) adalah pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain..." (QS. An-Nisa: 34).
Menjadi qawwam berarti menjadi pelindung, pengayom, dan pemberi rasa aman, bukan menjadi sosok diktator di dalam rumah.
Tanggung jawab ini mencakup pemenuhan nafkah lahiriyah seperti pangan, sandang, dan papan yang layak bagi keluarga.
Lebih dari sekadar materi, suami juga wajib memberikan nafkah batin berupa edukasi agama dan bimbingan moral kepada istri.
Rasulullah SAW adalah teladan qawwam terbaik yang tidak pernah memukul atau menghina istrinya selama masa hidup beliau.
Dalam sebuah hadis, beliau bersabda bahwa mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya.
Banyak suami salah paham dengan menganggap bahwa status qawwam membebaskan mereka dari tugas-tugas domestik di rumah.
Padahal, Nabi Muhammad SAW senantiasa membantu pekerjaan rumah tangga dan menjahit pakaiannya sendiri saat berada di rumah.
Sifat qawwam menuntut kesabaran ekstra dalam menghadapi dinamika emosional istri dengan penuh kelembutan dan hikmah.
Seorang pemimpin yang tangguh justru mampu meredam konflik melalui dialog, bukan dengan kekerasan atau intimidasi fisik.
Islam melarang keras penggunaan dalil kepemimpinan untuk melegitimasi perilaku kasar atau tindakan semena-mena terhadap perempuan.
Kepemimpinan suami bersifat fungsional demi keteraturan organisasi keluarga, bukan berarti memiliki derajat kemanusiaan yang lebih tinggi.
Setiap suami akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak atas cara ia memperlakukan dan memimpin anggota keluarganya.
Maka, kembalikanlah makna qawwam pada rel cinta dan kasih sayang agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.