• KEISLAMAN

Panduan Adab Berkurban, Raih Pahala Sempurna Sesuai Tuntunan Sunnah

Yahya Sukamdani | Sabtu, 02/05/2026
Panduan Adab Berkurban, Raih Pahala Sempurna Sesuai Tuntunan Sunnah Ilustrasi foto adab yang mau berkurban

Terasmuslim.com - Niat yang ikhlas merupakan fondasi utama dalam melaksanakan ibadah kurban demi mengharap keridaan Allah SWT semata.

Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur`an surah Al-Hajj ayat 37 bahwa ketakwaanlah yang akan sampai kepada-Nya, bukan daging atau darah.

Bagi mereka yang berniat berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal satu Dzulhijjah.

Larangan ini merujuk pada hadis riwayat Muslim di mana Rasulullah SAW meminta kita membiarkan rambut dan kuku hingga hewan disembelih.

Pemilihan hewan kurban harus dilakukan dengan teliti agar mendapatkan hewan yang paling sehat, gemuk, dan tanpa cacat sedikitpun.

Menyembelih hewan kurban dengan tangan sendiri sangat dianjurkan bagi laki-laki yang memiliki keberanian dan kemampuan teknis.

Jika tidak mampu menyembelih sendiri, disunnahkan bagi pemilik kurban untuk hadir dan menyaksikan langsung proses penyembelihannya.

Penggunaan alat sembelih yang sangat tajam adalah kewajiban untuk memastikan proses kematian hewan berlangsung cepat dan manusiawi.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim agar kita berlaku ihsan dengan menajamkan pisau dan menyenangkan hewan sembelihan.

Hewan kurban harus dihadapkan ke arah kiblat pada posisi lambung kiri di bawah saat proses penyembelihan berlangsung.

Membaca basmalah dan takbir secara lengkap merupakan syariat yang tidak boleh ditinggalkan saat pisau digoreskan.

Dilarang keras mengasah pisau di depan mata hewan yang akan disembelih karena hal tersebut dapat menyakiti perasaannya.

Daging kurban hendaknya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu untuk fakir miskin, dihadiahkan kepada kerabat, dan dikonsumsi sendiri.

Perlu diingat bahwa haram hukumnya menjual bagian apa pun dari hewan kurban, termasuk kulit, tulang, maupun bulunya.

Semoga dengan menjaga adab-adab syar`i ini, ibadah kurban kita diterima sebagai amal jariyah yang melimpah di akhirat.