Ilustrasi penyembelihan hewan kurban (Foto: kompas)
Terasmuslim.com - Berkurban merupakan manifestasi ketaatan hamba yang paling utama di hari Idul Adha.
Ibadah mulia ini harus dilandasi dengan niat yang ikhlas semata-mata karena mengharap ridha Allah.
Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hajj ayat 37 bahwa bukan daging atau darah yang sampai, melainkan ketakwaan kita.
Pemilihan hewan kurban menjadi langkah awal yang krusial dengan memastikan kualitas fisik terbaik tanpa cacat.
Sangat dianjurkan bagi orang yang berkurban untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal satu Dzulhijjah.
Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW agar seluruh bagian tubuh kita kelak dibebaskan dari api neraka.
Proses penyembelihan hendaknya dilakukan sendiri oleh pemilik kurban jika ia memiliki kemampuan yang cukup.
Pastikan menggunakan pisau yang sangat tajam guna meminimalisir rasa sakit pada hewan sembelihan tersebut.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berlaku ihsan atau berbuat baik bahkan dalam urusan menyembelih.
Menghadapkan hewan ke arah kiblat merupakan bagian dari adab yang disyariatkan untuk menghormati prosesi ibadah.
Ucapkanlah basmalah dan takbir secara lantang sebagai bentuk pengagungan atas syiar agama Allah yang mulia.
Dilarang keras menyembelih hewan di hadapan hewan lainnya karena hal itu dapat menyiksa perasaan makhluk tersebut.
Setelah selesai, pembagian daging harus dilakukan secara adil dengan memprioritaskan fakir miskin di lingkungan sekitar.
Shohibul kurban juga diperbolehkan mengambil sepertiga bagian daging untuk dikonsumsi bersama keluarga sebagai bentuk keberkahan.
Semoga dengan menjaga adab-adab ini, setiap tetesan darah kurban kita menjadi saksi keimanan di akhirat kelak.