Ilustrasi makan dan minum menggunakan tangan kanan
Terasmuslim.com - Menghidupkan sunnah-sunnah yang terlupakan merupakan bagian dari upaya menjaga kemurnian ajaran Islam. Rasulullah SAW telah meninggalkan warisan yang lengkap sebagai pedoman hidup umatnya. Namun, seiring waktu, sebagian sunnah mulai ditinggalkan dan dianggap tidak penting.
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa siapa yang menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan akan mendapatkan pahala besar. Bahkan, ia juga memperoleh pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan menghidupkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Sunnah-sunnah sederhana seperti mengucapkan salam, tersenyum, dan menggunakan tangan kanan sering dianggap sepele. Padahal, amalan tersebut memiliki nilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan niat mengikuti Rasulullah SAW. Sunnah kecil yang konsisten dapat menjadi pemberat timbangan amal.
Selain itu, menjaga adab makan dan minum sesuai sunnah juga termasuk yang mulai dilupakan. Rasulullah SAW mengajarkan untuk makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, dan tidak berlebihan. Hal-hal ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari ibadah yang bernilai pahala.
Menghidupkan sunnah juga berarti mengamalkan dzikir-dzikir harian yang diajarkan Nabi SAW. Dzikir pagi dan petang, doa sebelum tidur, serta doa dalam aktivitas sehari-hari sering kali terabaikan. Padahal, dzikir tersebut menjadi pelindung dan penguat iman seorang Muslim.
Di tengah arus modernisasi, menghidupkan sunnah menjadi identitas penting bagi seorang Muslim. Sunnah bukan hanya simbol, tetapi cerminan ketaatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Semakin seseorang mengikuti sunnah, semakin dekat ia dengan ajaran Islam yang murni.
Oleh karena itu, umat Islam perlu berupaya menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang terlupakan. Dengan ilmu, kesadaran, dan keistiqamahan, sunnah dapat kembali hidup di tengah masyarakat. Inilah jalan untuk meraih keberkahan dan cinta Allah dalam kehidupan dunia dan akhirat.