Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, doa merupakan ibadah agung yang menunjukkan ketergantungan hamba kepada Allah. Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Namun, syariat juga menjelaskan adanya waktu-waktu khusus yang lebih mustajab untuk berdoa.
Salah satu waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Dalam hadits shahih, Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba yang memohon. Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi orang beriman untuk bermunajat dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, waktu antara adzan dan iqamah juga termasuk saat mustajab. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa pada waktu tersebut tidak tertolak. Maka, sangat dianjurkan memperbanyak doa saat menunggu shalat berjamaah.
Waktu sujud dalam shalat juga merupakan momen yang sangat dekat antara hamba dan Rabb-nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang hamba paling dekat dengan Allah adalah saat sujud. Oleh karena itu, dianjurkan memperbanyak doa ketika sujud.
Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri, terutama pada satu waktu mustajab yang dirahasiakan. Sebagian ulama berpendapat waktu itu berada di akhir waktu setelah Ashar hingga Maghrib. Ini menjadi peluang besar bagi kaum Muslimin untuk memperbanyak doa.
Saat berbuka puasa juga termasuk waktu yang sangat mustajab. Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak ketika berbuka. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan ibadah puasa dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, doa saat turun hujan, ketika safar, dan saat terzalimi juga memiliki keistimewaan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang terzalimi tidak memiliki penghalang. Maka, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan waktu-waktu ini dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.