• KEISLAMAN

Tradisi Mudik, Wasilah Menghidupkan Sunnah Silaturahmi

Yahya Sukamdani | Sabtu, 28/03/2026
Tradisi Mudik, Wasilah Menghidupkan Sunnah Silaturahmi Ilustrasi Mudik (foto : viva)

Terasmuslim.com - Tradisi mudik telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia, setiap menjelang hari raya. Aktivitas ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk menyambung hubungan keluarga. Dalam Islam, nilai silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Dalam Al-Qur`an, Allah memerintahkan umat-Nya untuk menjaga hubungan kekerabatan dan melarang memutusnya. Hal ini ditegaskan dalam Surah An-Nisa ayat 1 yang mengingatkan pentingnya menjaga tali rahim. Mudik menjadi salah satu wasilah untuk mengamalkan perintah tersebut secara nyata.

Rasulullah Nabi Muhammad juga menegaskan keutamaan silaturahmi dalam banyak hadits. Di antaranya, beliau bersabda bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahmi. Nilai ini menjadikan mudik bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah.

Meski demikian, mudik harus dilakukan dengan niat yang lurus dan cara yang sesuai syariat. Tidak boleh ada unsur maksiat, pemborosan, atau mengabaikan kewajiban selama perjalanan. Justru, perjalanan mudik bisa menjadi ladang pahala jika diiringi dengan kesabaran dan keikhlasan.

Selain itu, mudik juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang renggang. Banyak keluarga yang jarang bertemu akhirnya dapat saling memaafkan dan mempererat kembali ikatan kasih sayang. Inilah esensi silaturahmi yang diajarkan dalam Islam.

Dalam konteks sosial, mudik memperkuat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas antar sesama. Interaksi yang terjalin selama mudik menciptakan keharmonisan dalam masyarakat. Hal ini sejalan dengan nilai Islam yang mendorong persatuan dan kebersamaan.

Dengan demikian, tradisi mudik dapat menjadi sarana efektif untuk menghidupkan sunnah silaturahmi. Selama dilakukan sesuai tuntunan Islam, mudik bukan hanya budaya, tetapi juga ibadah yang bernilai tinggi. Umat Islam hendaknya menjadikan momentum ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sesama manusia.