• KEISLAMAN

Dosa Karena Takdir?

Yahya Sukamdani | Jum'at, 27/03/2026
Dosa Karena Takdir? Ilustrasi foto shalat habis maksiat

Terasmuslim.com - Sebagian orang berdalih bahwa dosa dan maksiat terjadi karena takdir Allah SWT. Kalimat ini terdengar pasrah, namun sering disalahgunakan untuk membenarkan kelalaian. Padahal, pemahaman seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam yang lurus.

Iman kepada takdir merupakan bagian dari rukun iman yang wajib diyakini. Namun, keyakinan ini tidak berarti manusia boleh meninggalkan usaha dan amal. Justru Islam menekankan keseimbangan antara iman dan ikhtiar.

Rasulullah SAW telah menjelaskan hal ini dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj. Beliau bersabda agar manusia tetap beramal, karena setiap orang akan dimudahkan menuju takdirnya. Ini menunjukkan bahwa amal adalah bagian dari jalan menuju ketetapan Allah.

Artinya, manusia tetap memiliki pilihan dalam menjalani hidupnya. Orang yang memilih kebaikan akan dimudahkan menuju kebaikan. Sebaliknya, yang memilih keburukan akan berjalan menuju akibat yang buruk pula.

Kisah Umar bin Khattab memberikan pelajaran tegas tentang hal ini. Ketika seorang pencuri berdalih dengan takdir, Umar tetap menjatuhkan hukuman. Bahkan beliau menegaskan bahwa hukuman itu juga bagian dari takdir Allah.

Para ulama seperti Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa takdir tidak bisa dijadikan alasan untuk bermaksiat. Takdir adalah rahasia Allah, sementara amal adalah kewajiban manusia. Oleh karena itu, manusia tetap dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Kesimpulannya, menjadikan takdir sebagai pembenaran dosa adalah kesalahan besar. Seorang Muslim harus tetap berusaha, bertaubat, dan memperbaiki diri. Dengan memahami takdir secara benar, iman akan semakin kuat dan amal semakin lurus di jalan Allah SWT.