Ilustrasi foto menerima rezeki,takdir dan kematian
Terasmuslim.com - Dalam Islam, takdir dikenal sebagai qadha dan qadar, yaitu ketetapan Allah atas seluruh makhluk-Nya. Allah menegaskan: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (QS. Al-Qamar: 49). Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun peristiwa di alam semesta yang terjadi tanpa ketentuan Allah, baik yang manusia nilai sebagai baik maupun buruk.
Namun, penting dipahami bahwa tidak ada takdir yang buruk dari sisi Allah. Rasulullah SAW mengajarkan dalam doa iftitah: “Kebaikan seluruhnya berada di tangan-Mu dan keburukan tidak disandarkan kepada-Mu.” (HR. Muslim). Keburukan yang dirasakan manusia sejatinya adalah penilaian dari keterbatasan pandangan manusia, bukan karena Allah menzalimi hamba-Nya.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa musibah dan kesulitan sering kali menjadi ujian keimanan dan sarana penghapus dosa. Allah berfirman: “Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah: 155). Ujian tersebut bukan tanda kebencian Allah, melainkan bentuk kasih sayang agar hamba-Nya kembali, bersabar, dan naik derajat.
Islam juga mengajarkan bahwa sebagian peristiwa pahit terjadi sebagai akibat perbuatan manusia sendiri. Allah berfirman: “Apa saja musibah yang menimpa kamu, maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30). Ayat ini menegaskan adanya tanggung jawab manusia atas pilihan dan usaha yang dilakukan, meski semuanya tetap berada dalam kehendak Allah.
Rasulullah SAW menanamkan sikap optimis dalam menghadapi takdir. Beliau bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan orang beriman, semua urusannya adalah baik.” (HR. Muslim). Jika mendapatkan nikmat, ia bersyukur; jika tertimpa musibah, ia bersabar. Dengan iman, takdir yang tampak buruk justru berubah menjadi ladang pahala.
Karena itu, Islam tidak mengenal konsep takdir buruk mutlak, melainkan takdir yang belum kita pahami hikmahnya. Tugas seorang Muslim bukan mempertanyakan ketetapan Allah, tetapi berikhtiar, berdoa, dan bertawakal. Rasulullah SAW bersabda: “Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah.” (HR. Muslim).