• KEISLAMAN

Kiamat Tiba Ketika Lautan Meluap Menjadi Api

Yahya Sukamdani | Minggu, 31/05/2026
Kiamat Tiba Ketika Lautan Meluap Menjadi Api Ilustrasi foto lahar muncul di laut

Terasmuslim.com - Lautan luas yang mengelilingi daratan bumi sejatinya menyimpan potensi kekuatan mahadahsyat yang tak terbayangkan oleh manusia.

Dalam hukum alam saat ini, air laut berfungsi sebagai penyeimbang iklim dan sumber kehidupan bagi jutaan makhluk hidup.

Namun, ketenangan samudera tersebut akan berubah menjadi petaka global ketika bumi memasuki fase akhir zaman.

Allah SWT secara spesifik mengabarkan skenario mencekam mengenai meluapnya air laut ini di dalam kitab suci Al-Quran.

Dalam Surah Al-Infitar ayat 3, Allah berfirman yang artinya, "Dan apabila lautan menjadikan meluap dan terbelah."

Melalui ayat lain yaitu Surah At-Takwir, Allah juga menegaskan bahwa air laut tidak hanya meluap tetapi juga akan dipanaskan hingga menyala menjadi api.

Bisa dibayangkan bagaimana mengerikannya situasi ketika gelombang raksasa bercampur api membakar dan menenggelamkan seluruh daratan.

Nubuwat mengenai fenomena hidrologis yang ekstrem ini juga diperkuat oleh tuntunan hadis dan riwayat Baginda Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa di bawah lautan terdapat api, dan di bawah api terdapat lautan lagi.

Sains modern pun mulai menemukan adanya celah-celah magma aktif di dasar samudera yang siap memanaskan air jika terjadi pergeseran lempeng bumi yang ekstrem.

Ledakan simultan dari seluruh gunung berapi bawah laut pada hari kiamat kelak akan menyatukan elemen air dan api dalam sebuah kehancuran total.

Skenario meluapnya lautan ini menjadi bukti nyata bahwa manusia tidak akan memiliki tempat untuk melarikan diri dari pengadilan Tuhan.

Media Islami mengajak kita semua untuk tidak memandang lautan hanya sebagai tempat wisata atau ladang mencari nafkah semata.

Setiap deburan ombak di pantai seharusnya menjadi pengingat sunyi akan adanya hari pertanggungjawaban yang kian mendekat.

Mari kita bentengi diri dengan amal saleh yang kokoh sebelum lautan dunia benar-benar meluap dan menggulung seluruh peradaban kita.