• KEISLAMAN

Kiamat Tiba Gunung Berterbangan Layaknya Kapas Ditiup

Yahya Sukamdani | Minggu, 31/05/2026
Kiamat Tiba Gunung Berterbangan Layaknya Kapas Ditiup Ilustrasi saat gunung meletus (Foto: Katantt)

Terasmuslim.com - Gunung-gunung tinggi yang menjulang ke langit selama ini berdiri dengan megah sebagai pasak kokoh bagi keseimbangan bumi.

Namun, kekuatan geologis yang maha dahsyat tersebut tidak akan berarti apa-apa ketika ketetapan hari kiamat telah tiba.

Allah SWT akan mencabut fungsi kokohnya gunung dan menerbangkannya ke udara layaknya benda tanpa bobot.

Fenomena mencekam ini digambarkan secara benderang dalam firman Allah melalui teks suci Al-Quran al-Karim.

Dalam Surah Al-Qari`ah ayat 5, Allah berfirman yang artinya, "Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan."

Kata al-`ihn dalam ayat tersebut merujuk pada bulu atau kapas berwarna-warni yang ditiup angin hingga tercerai-berai tanpa arah.

Bisa kita bayangkan bagaimana ngerinya situasi saat batuan raksasa seberat miliaran ton melayang bebas di atas kepala manusia.

Kepastian mengenai peristiwa kehancuran yang meratakan bumi ini juga diperkuat oleh hadis dan riwayat dari Baginda Nabi Muhammad SAW.

Dalam khazanah hadis, Rasulullah SAW kerap mengingatkan umatnya tentang dahsyatnya hari di mana seluruh alam semesta akan digulung.

Beliau menggambarkan bahwa ketakutan pada hari itu akan membuat seorang ibu melupakan anak yang tengah disusuinya.

Gunung yang hancur menjadi debu yang beterbangan merupakan bukti bahwa tidak ada satu pun tempat berlindung yang aman di dunia.

Kehancuran total fasilitas alam ini menjadi tanda bahwa panggung ujian kehidupan bagi manusia telah resmi berakhir.

Media Islami mengajak pembaca untuk merenungkan ayat kauniyah ini agar kita tidak tertipu oleh fatamorgana keperkasaan duniawi.

Harta, tahta, dan kekuatan fisik manusia tidak akan lebih kuat daripada gunung yang kelak hancur menjadi serpihan ringan.

Mari kita perbanyak timbangan amal kebaikan sebelum hari di mana gunung-gunung berterbangan itu benar-benar menjadi kenyataan.