• KEISLAMAN

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Yahya Sukamdani | Rabu, 25/03/2026
Rumput Tetangga Lebih Hijau Ilustrasi foto menikmati hidup

Terasmuslim.com - Ungkapan “rumput tetangga lebih hijau” sering menggambarkan kecenderungan manusia membandingkan hidupnya dengan orang lain. Dalam Islam, sikap ini dapat merusak rasa syukur dan menumbuhkan ketidakpuasan. Padahal, setiap takdir yang Allah tetapkan mengandung hikmah yang terbaik bagi hamba-Nya.

Al-Qur’an mengingatkan agar manusia tidak iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Dalam Surah An-Nisa ayat 32, Allah melarang hasad dan mendorong untuk memohon karunia-Nya. Ini menunjukkan bahwa fokus seorang Muslim seharusnya pada usaha dan doa, bukan perbandingan hidup.

Rasulullah ﷺ juga memberikan pedoman yang jelas dalam menyikapi hal ini. Dalam hadits riwayat Muslim, beliau menganjurkan melihat kepada orang yang berada di bawah dalam urusan dunia. Hal ini bertujuan agar kita lebih mudah bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.

Konsep qana’ah menjadi kunci dalam menghadapi godaan perbandingan sosial. Qana’ah berarti merasa cukup dengan apa yang Allah berikan setelah berusaha maksimal. Dengan qana’ah, hati menjadi tenang dan jauh dari rasa iri serta gelisah.

Selain itu, membandingkan diri dengan orang lain sering kali membuat seseorang lupa akan nikmat yang dimilikinya. Padahal, setiap individu memiliki ujian dan kelebihan masing-masing yang tidak selalu terlihat. Islam mengajarkan untuk fokus memperbaiki diri, bukan sibuk menilai kehidupan orang lain.

Memaknai kehidupan tanpa membandingkan diri adalah bagian dari kedewasaan iman. Seorang Muslim akan lebih sibuk memperbaiki amal dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, hidup menjadi lebih damai, penuh syukur, dan berkah.