• KEISLAMAN

Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Yahya Sukamdani | Selasa, 24/02/2026
Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW Ilustrasi puasa

Terasmuslim.com - Berbuka puasa bukan sekadar melepas dahaga setelah seharian menahan lapar. Dalam ajaran Islam, momen berbuka adalah ibadah yang memiliki tuntunan khusus dari Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” (QS. Al-Baqarah: 187). Ayat ini menjadi dasar bahwa waktu berbuka adalah ketika malam tiba, yakni saat matahari benar-benar terbenam. Maka, seorang Muslim dianjurkan untuk memperhatikan waktu maghrib dengan tepat dan tidak menunda-nunda berbuka.

Salah satu sunnah yang sangat ditekankan adalah menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam. Rasulullah SAW bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa menunda berbuka tanpa alasan syar’i bukanlah bagian dari tuntunan Nabi. Justru, menyegerakan berbuka adalah tanda mengikuti sunnah dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Adapun makanan yang dicontohkan Rasulullah SAW saat berbuka adalah kurma. Dalam hadits riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa beliau berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada pula, beliau meneguk beberapa teguk air. Ini menunjukkan kesederhanaan sekaligus hikmah kesehatan. Kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi, sementara air membantu menghidrasi tubuh setelah berpuasa.

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika berbuka. Di antara doa yang diriwayatkan adalah, “Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah” (HR. Abu Dawud). Doa ini mengandung pengakuan bahwa rasa haus telah hilang dan harapan agar pahala puasa ditetapkan oleh Allah. Momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa, sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa doa orang yang berpuasa tidak tertolak.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adab berbuka, yakni tidak berlebihan dalam makan dan minum. Allah SWT berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). Berbuka bukan ajang balas dendam terhadap rasa lapar, tetapi tetap menjaga keseimbangan. Rasulullah SAW dikenal sangat sederhana dalam makan, bahkan sering kali hanya dengan beberapa butir kurma dan air sudah cukup bagi beliau sebelum menunaikan shalat maghrib.

Dengan demikian, tata cara berbuka puasa yang dicontohkan Rasulullah SAW mencakup menyegerakan berbuka saat maghrib, memulai dengan kurma atau air, membaca doa, serta tidak berlebihan dalam makan. Inilah sunnah yang seharusnya dihidupkan kembali di tengah tradisi berbuka yang kadang melampaui batas. Mengikuti tuntunan Nabi bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga keberkahan dan kesehatan bagi seorang Muslim.